UNAIR NEWS – Logika tidak akan jalan tanpa logistik mungkin terdengar sebagai kelakar semata. Tapi, kunjungan 51 (UNAIR) ke (UTM) yang berlangsung pada 27-28 Agustus 2023 membuktikan lain.
Pengabdian kepada Masyarakat Lintas Negara
Selain untuk kegiatan pertukaran ilmu, tujuan lawatan UNAIR ke UTM adalah untuk menjalankan program pengabdian kepada masyarakat (pengmas) kolaboratif di beberapa titik di wilayah Johor, Malaysia. Salah satu daerah yang menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan pengmas adalah Kampong Sungai Melayu. Sebuah komunitas kecil di pesisir Johor yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan. Sejak tahun 2013, UTM menjadi salah satu pihak yang membantu warga Kampong Sungai Melayu mengembangkan ekowisata berkelanjutan. Tujuannya, untuk meningkatkan taraf hidup warga kampung tersebut.
Ekowisata Berbalut Narasi Sejarah
Selain memiliki kekayaan alam berupa hasil laut dan kehidupan liar yang menjadi daya tarik wisatawan, kampung yang berusia lebih dari 100 tahun ini juga memiliki kisah sejarah yang menarik. Sungai Melayu merupakan jalur yang pasukan Jepang gunakan untuk melancarkan serangan ke Singapura yang pasukan Sekutu kuasai saat Perang Dunia II.
Sungai Melayu merupakan daerah muara dengan banyak anak-anak sungai meliuk dan mengular di antara rimbunan hutan bakau. Kondisi alam inilah yang membuat Sungai Melayu menjadi lokasi strategis untuk melancarkan serangan militer diam-diam.
Kisah dan cerita juga sangat bisa menjadi daya tarik wisatawan, ungkap Edi Dwi Riyanto PhD, salah satu delegasi UNAIR yang melaksanakan kegiatan pengmas di Kampong Sungai Melayu.

Edi kemudian berdiskusi lebih lanjut dengan Prof Madya Dr Johari Bin Surif, koordinator kegiatan pengmas kolaboratif itu di tengah-tengah sesi makan siang saat rehat seminar. Edi menambahkan dengan memberi contoh atraksi Surabaya Membara di Kota Surabaya untuk memperingati Hari Pahlawan tanggal 10 November. Dalam atraksi tersebut, para reenactor sejarah berkostum layaknya tentara sekutu, TNI, dan laskar rakyat dan melakukan reka peristiwa pertempuran 10 November.
Surabaya Membara ini bisa jadi proyek percontohan untuk Kampong Sungai Melayu, imbuhnya.
Johari menanggapi positif masukan tersebut, Saya rasa ini adalah ide yang bagus sekali untuk ke depan. UTM dan UNAIR harus berkolaborasi lebih lanjut untuk ini. Kedua akademisi tersebut lantas melanjutkan diskusi sambil menyantap roti jala dan kari ayam khas melayu yang disiapkan oleh UTM. Sebuah pembuktian bahwa logistik memang bisa menggugah logika. (*)
Penulis: Gesang Manggala





