UNAIR NEWS – 51动漫 (UNAIR) berkolaborasi dengan Seksi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Paroki St. Aloysius Gonzaga (Algonz) Surabaya dalam seminar. Seminar tersebut bertema 淧eningkatan Kualitas dan Keamanan Pangan Produk Kue Basah dan berlangsung pada Sabtu (14/6/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-39 Paroki Algonz sekaligus bentuk nyata pengabdian UNAIR kepada masyarakat.
Seminar tersebut terselenggara di aula Alexius, Komplek Gereja Algonz, Surabaya, dan diikuti oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Paroki Algonz. Fokus kegiatan ini adalah peningkatan kualitas serta keamanan pangan olahan, khususnya kue basah, yang menjadi produk andalan para pelaku UMKM di komunitas tersebut. 淧elaku UMKM kami mayoritas bergerak di usaha kue basah. Supaya produk makin laku di pasaran, harus ada peningkatan kualitas, ujar FX Lenny Go, Ketua Seksi PSE Paroki Algonz.
Pusat Halal UNAIR menyambut antusias inisiatif tersebut. Sekretaris Pusat Halal UNAIR, Dr Mochammad Soleh M EI, menekankan bahwa kolaborasi lintas institusi seperti ini merupakan bukti nyata bahwa akses terhadap sertifikasi halal terbuka untuk semua kalangan. 淪emoga kegiatan ini membawa manfaat konkret dan berkelanjutan bagi pelaku UMKM di Surabaya, ungkapnya.
Edukasi UMKM: Mutu dan Strategi Pasar
Materi pertama disampaikan oleh perwakilan Pusat Halal UNAIR Adistiar Prayoga S EI MM. Ia memaparkan pentingnya inovasi dan adaptasi dalam menjaga kualitas serta daya tarik produk kue basah. 淒elapan puluh persen konsumen urban dan milenial tertarik dengan varian kue tradisional yang lebih sehat. UMKM perlu memanfaatkan peluang ini, ujar Adistiar, mengutip data APKULINDO 2024.

Selanjutnya penyampaian materi oleh Koordinator Bidang Riset Pushal, Prof Dr Juni Ekowati M Si Apt, menjelaskan aspek mutu dan keamanan pangan olahan. Termasuk bahaya kimia, fisik, serta mikrobiologis yang harus dihindari. Ia juga menyampaikan prinsip-prinsip Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), serta tips penggunaan bahan tambahan pangan yang aman.
淭erkait aspek mutu dan keamanan pangan olahan, suatu produk aman jika terbebas dari bahaya kimia seperti bahan kimia berbahaya atau berlebih, fisik seperti kerikil, rambut, karet dan sebagainya, serta biologis/mikrobiologis seperti bakteri dan jamur. Adapun disebut bermutu jika layak konsumsi, memberikan nilai lebih/manfaat, dan memenuhi standar mutu pangan,” ujar Prof Juni.
Antusiasme Peserta
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul dalam sesi diskusi. Terutama terkait sertifikasi halal. Bahkan, beberapa peserta langsung berkonsultasi terkait merek dagang. Setelah seminar, peserta mendapat pendampingan langsung dari tim Pusat Halal UNAIR untuk pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan fasilitasi sertifikasi halal.
淜ami terbantu sekali, terutama dalam hal NIB, Halal, PiRT, dan merek. Pendaftarannya juga jadi lebih mudah, ungkap FX Lenny Go. Sementara itu, salah satu peserta, Roosyka, menyampaikan harapan agar program seperti ini dapat terus berlanjut. 淪emoga kami bisa makin sukses, ujarnya.
Penulis: Samudra Luhur
Editor: Yulia Rohmawati





