UNAIR NEWS Kolaborasi UKMKI UNAIR dengan Program Kaderisasi Ulama (PKU) Universitas Darussalam Gontor sukses menggelar workshop. Tujuan kegiatan kolaborasi UKMKI dengan PKU UNIDA itu sebagai salah satu rangkaian Islamic Strategic Camp yang berlangsung pada Sabtu (4/11/2023).
Islamic Strategic Camp dengan tema Kelas Komprehensif Untuk Muslim Progresif itu mengundang sejumlah pemateri top. Ialah Ainul Yaqin dari MUI Jawa Timur, Wahyu Pratama Nur Anggara sebagai Staff Ahli DPRD Kota Surabaya, Wahidya Difta, Andi Muhammad Fathurrohman, dan Anisah Maryam dari PKU UNIDA Gontor.
Pada sesi Workshop oleh PKU UNIDA Gontor, Anisah membawakan materi yang berjudul Anomali Dakwah Budaya dan Agama: Analisis Atas Adversity Intelligence Dai di Media Sosial. Di awal presentasinya, ia menerangkan tentang tantangan dakwah saat ini, salah satunya adalah persoalan akidah.
Akidah masyarakat yang masih lekat dengan animism dan dinamisme, ujarnya.

Adversity Intelligence
Mengingatkan kembali tentang esensi dakwah, Anisah menegaskan bahwa dakwah adalah menyeru, mengajak, atau memanggil kepada orang lain atau masyarakat untuk beriman dan taat kepada Allah SWT. Anisah juga menjelaskan makna adversity intelligence menurut Paul G. Stoltz.
Adversity intelligence adalah kemampuan untuk dapat menghadapi kemalangan dengan kecerdasan yang dimiliki sehingga mengubah tantangan menjadi keberhasilan, ujarnya.
Menurut Anisah, adversity intelligence tersebut erat kaitannya dengan pola pikir untuk melihat peluang di tengah kesulitan. Ini adalah sebuah mindset, untuk melihat kesulitan sebagai peluang kesuksesan, ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga menerangkan bahwa ada empat elemen pada dimensi adversity intelligence, antara lain control, origin-ownership, reach, dan endurance.
Ketika seseorang memiliki adversity intelligence, tambah Anisah, ia tidak akan overthinking dan mudah bersedih karena keadaan tertentu. Tidak ketinggalan, Anisah juga memberikan tips agar dai dapat tetap eksis di media sosial.
Kuncinya terletak pada penguasaan medan dakwah, memahami objek dakwah, dan menguasai media untuk pendekatan dakwah, pungkasnya.
Penulis: Danar Trivasya Fikri
Editor: Nuri Hermawan





