51动漫

51动漫 Official Website

Kombinasi Ekstrak Nanopartikel Daun Teh Hijau dalam Pengencer Susu Skim-Kuning Telur

Foto by Cantik Tempo

Kambing kacang merupakan ternak ruminansia kecil yang biasanya dipelihara oleh rumah tangga berpenghasilan rendah. Layanan teknik inseminasi buatan diyakini dapat meningkatkan populasi dan kualitas genetik kambing Kacang. Sayangnya, semen beku kambing kacang belum tersedia untuk diterapkan di masyarakat. Beberapa penelitian yang dilakukan sampai saat ini belum menemukan formula yang tepat untuk membuat semen beku dan suhu yang tepat untuk mencairkan kembali semen beku kambing Kacang. Masalah utamanya adalah kerentanan sperma kambing Kacang terhadap kerusakan akibat pembekuan dibandingkan dengan ternak lain, seperti sapi, domba, dan kambing Ettawa. Pasca pencairan semen kambing kacang yang dibekukan dalam pengencer campuran susu skim-kuning telur tanpa antioksidan, mengakibatkan lebih dari 60% sel sperma mati, sehingga tidak laik untuk digunakan dalam inseminasi buatan berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) Nomor SNI 4869.3:2014.

Sel sperma kambing Kacang rentan terhadap suhu dingin disebabkan terjadinya peningkatan radikal bebas yang dapat merusak membran plasma sperma. Oksidasi pada membrane plasma sel sperma menyebabkan peningkatan kadar malondialdehyde yang bersifat racun, selanjutnya berakibat terjadinya fragmentasi DNA dan kematian sel sperma. Akibat lebih lanjut adalah menurunnya persentase sel sperma hidup dan sel sperma  yang dapat bergerak maju dengan cepat untuk dapat membuahi sel telur dan menghasilkan kebuntingan. Penelitian kami sebelumnya menunjukan bahwa penambahan ekstrak daun teh hijau kedalam bahan pengencer semen kambing Kacang dapat meningkatkan kualitas semen dan menurunkan mutasi mtDNA sperma kambing kacang pasca pencairan. Ekstrak nanopartikel daun the hijau memiliki rasio luas permukaan terhadap volume yang lebih besar daripada ekstrak daun the hijau dengan metode lainnya. Penambahan ekstrak nano partikel daun teh hijau kedalam bahan pengencer semen kambing Kacang diharapkan meningkatkan penetrasi ke dalam sel sperma, dan meningkatkan  kualitas semen kambing Kacang pasca pencairan kembali.

Pencairan semen beku diperlukan untuk mengembalikan sel sperma ke suhu fisiologisnya pada suhu 37掳C dan mengaktifkan kembali metabolismenya. Selama ini proses pencairan kembali semen beku dilakukan selama 30 detik pada suhu 37掳C. Padahal suhu tubuh dan suhu vagina kambing Kacang saat birahi adalah 39潞C. Bahan pengencer yang tepat untuk pembekuan semen kambing kacang belum ditemukan. Demikian juga dengan suhu optimum pencairan semen beku sebagai protokol penerapan inseminasi buatan di lapangan belum ditentukan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan nanopartikel ekstrak teh hijau dalam bahan pengencer susu skim-kuning telur dan suhu pencairan yang berbeda terhadap kualitas semen kambing Kacang pasca pencairan.

Penelitian ini dilakukan di Balai Inseminasi Buatan, 51动漫, di desa Tanjung Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Indonesia. Penelitian ini merupakan kerjasama antara 51动漫, Universitas Brawijaya, dan Babcock University, Nigeria. Para peneliti terdiri atas Prof. Dr. Imam Mustofa, drh., M.Kes. Prof. Dr. Suherni Susilowati, drh., M.Kes., Dr. Tri Wahyu Suparyogi, drh., M.Si. (Divisi Reproduksi Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan 51动漫), Yudit Oktanella, drh., M.Si. (Departemen Reproduksi Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya), Prof. Dr. Djoko Agus Purwanto, Apt., MS. (Divisi Kimia Farmasi, Fakultas Farmasi 51动漫), dan Dr. Adeyinka Oye Akintunde (Department of Agriculture and Industrial Technology, Babcock University, Ilishan-Remo, Ogun State, Nigeria).

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan nanopartikel ekstrak teh hijau 0,1 mg/100 mL bahan pengencer susu skim-kuning telur dan pencairan kembali pada suhu 39掳C selama 30 detik secara signifikan meningkatka kualitas semen kambing Kacang. Peningkatan kualitas semen ditandai dengan peningkatan persentase spermatozoa hidup, persentase spermatozoa yang dapat bergerak maju dengan cepat, keutuhan membrane spermatozoa, serta penurunan fragmentasi DNA dan penurunan kadar malodialdehide.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Rektor 51动漫, , yang telah mendanai studi ini melalui nomor kontrak: 1405/UN3.1.6/PT/2021. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Dikky Eka Mandala Putranto, DMV, M.Sc, Ketua Pusat Inseminasi 51动漫, Subchan Aziz, dan Agus Purwanto atas dukungan teknisnya. Artikel ilmiah hasil penelitian ini sudah terbit pada Animal Reproduction, suatu jurnal bereputasi terindeks Scopus Q1, H-index=16, Skor SJR= 0.49 (pada Scimago Journal & Country Rank: https://www.scopus.com/sourceid/21100349558). Artikel dapat di akses melalui tautan https://www.animal-reproduction.org/article/doi/10.1590/1984-3143-AR2022-0025

Penulis: Prof. Dr. Imam Mustofa, drh., M.Kes. (First and Corrisponding Author)

Disarikan dari artikel:

Research article

Mustofa I, Susilowati S, Suprayogi TW, Oktanella Y, Purwanto DA, Akintunde AO. Combination of nanoparticle green tea extract in tris-egg yolk extender and 39 掳C thawing temperatures improve the sperm quality of post-thawed Kacang goat semen. Anim Reprod. 2022;19(4):e20220025.

AKSES CEPAT