Psoriasis merupakan penyakit inflamasi kulit kronik yang melibatkan beberapa faktor yaitu faktor genetik, defek imunitas, hormon, dan faktor lingkungan. Psoriasis vulgaris sering ditandai dengan karakteristik berupa plak tebal, eritematosa, berbatas tegas, skuama kasar, berlapis, dan berwarna putih keperakan. Psoriasis vulgaris juga disebut psoriasis tipe plak merupakan tipe terbanyak yang ditemukan, terjadi pada sekitar 90% pasien. Prevalensi pasien psoriasis di Indonesia bervariasi. Data di URJ Kesehatan Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Soetomo Surabaya menunjukkan bahwa pada tahun 2013 didapatkan 0,46% kasus baru psoriasis vulgaris dari total 5.454 pasien kunjungan baru.
Terapi yang tepat, aman, dan efektif sangat diperlukan untuk pasien psoriasis vulgaris. Pilihan terapi psoriasis meliputi terapi topikal, fototerapi, sistemik, dan agen biologis. Pasien psoriasis vulgaris yang muncul efek samping sistemik, penekanan imunitas yang mungkin tidak mampu ditoleransi oleh pasien, serta belum tercapainya perbaikan atau remisi, memerlukan pilihan alternatif atau kombinasi dalam terapi. Fototerapi narrowband ultraviolet B (NB-UVB) merupakan modalitas perawatan yang diketahui relatif aman dan sangat efektif, jika digunakan dalam dosis eritemogenik dengan panjang gelombang antara 311 nm-313 nm dapat menyebabkan remisi baik pada lesi psoriasis. Penelitian ini merupakan penelitian observasional retrospektif cohort dengan pendekatan one group pretest and post-test design yang bertujuan untuk mengevaluasi skor PASI pasien psoriasis vulgaris yang mendapat kombinasi metotreksat dengan 24 sesi fototerapi NB-UVB di URJ Kesehatan Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Soetomo Surabaya periode Maret 2019 – Februari 2020, dengan menggunakan data sekunder berupa data rekam medis.
Hasil penelitian ini didapatkan sejumlah 16 pasien psoriasis yang mendapat kombinasi metotreksat dengan 24 sesi fototerapi NB-UVB. Jumlah pasien laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan, yaitu sebesar 11 (68,75%) pada laki-laki dan 5 (31,25%) pada perempuan. Rerata usia pasien adalah 47,31 tahun dengan usia termuda yaitu 22 tahun dan usia tertua yaitu 64 tahun. Distribusi derajat keparahan berdasarkan skor PASI yaitu 5 pasien (31,25%) mengalami derajat keparahan yang sedang dan 11 pasien (68,75%) mengalami derajat keparahan yang berat. Tipe kulit berdasarkan jenis fototipe Fitzpatrick yaitu 2 pasien (12,55%) tipe III, 9 pasien (56,25%) tipe IV, dan 5 pasien (31,25%) tipe V. Seluruh pasien mendapat dosis inisial awal fototerapi NB-UVB yaitu sebesar 260 mJ. Dosis metotreksat terbanyak dengan dosis metotreksat 15 mg pada 5 pasien (31,25%) dan metotreksat 10 mg (31,25%) pada 5 pasien. Terapi sistemik tambahan yaitu suplementasi asam folat sebanyak 16 pasien (100%) dan cetirizin sebanyak 16 pasien (100%). Terapi topikal kortikosteroid paling banyak, yaitu desoksimetason sebanyak 15 pasien (93,75%), terapi topikal pelembab paling banyak yaitu atopiclair sebanyak 7 pasien (43,75%) dan vaselin album sebanyak 7 pasien (43,75%), dan terapi topikal antijamur yaitu shampoo ketokonazol sebanyak 4 pasien (25%).
Terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik terhadap penurunan skor PASI sebelum dan setelah mendapat 24 sesi fototerapi NB-UVB, yaitu dengan delta skor PASI sebesar 45,02% (p = 0,000). Hasil analisis statistik penurunan skor PASI berdasarkan jumlah sesi fototerapi per minggu didapatkan mean delta skor PASI pada fototerapi dengan 3 sesi per minggu sebesar 8,27 dan mean delta skor PASI pada fototerapi kurang dari 3 sesi per minggu sebesar 3,82 dengan nilai p = 0,001 yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik antara jumlah sesi fototerapi 3 sesi per minggu dan fototerapi kurang dari 3 sesi per minggu terhadap penurunan skor PASI pasien psoriasis vulgaris yang mendapat 24 sesi fototerapi NB-UVB. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik terhadap penurunan skor PASI sebelum dan setelah mendapat terapi kombinasi metotreksat dengan 24 sesi fototerapi NB-UVB serta terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik dan nilai rata-rata penurunan skor PASI lebih besar pada pasien dengan jumlah fototerapi 3 sesi per minggu dari pada dengan jumlah fototerapi kurang dari 3 sesi per minggu.
Penulis: Dr. Afif Nurul Hidayati dr., Sp.KK(K), FINS-DV, FAADV
Informasi lebih lengkap dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
Combination effect of methotrexate with Narrowband Ultraviolet B (NB-UVB) phototherapy in psoriasis vulgaris patients in dermatology and venereology outpatient clinic Dr. Soetomo General Academic Hospital, Surabaya, Indonesia
Emma Hidayati Sasmito, Iskandar Zulkarnain, M. Yulianto Listiawan, Diah Mira Indramaya, Linda Astari, Budi Utomo, Afif Nurul Hidayati





