51动漫

51动漫 Official Website

Kombinasi Glutamin dan Arginin untuk Pasien Sepsis: Apakah Pilihan yang Tepat?

Ilustrasi pasien sepsis (foto: dok istimewa)

Sepsis adalah kondisi mengancam jiwa, yang berhubungan dengan respon tubuh yang berlebihan terhadap infeksi. Sepsis tidak hanya didefinisikan sebagai suatu proses gangguan kekebalan tubuh atau respon terhadap peradangan sistemik, tetapi juga meliputi perubahan dari berbagai fungsi organ, sehingga keberadaan sepsis dapat meningkatkan panjangnya lama perawatan yang dibutuhkan di rumah sakit ataupun di ruang perawatan intensif. Jumlah angka kematian di rumah sakit yang disebabkan oleh sepsis mengalami peningkatan sebesar 90% sejak dua dekade terakhir. Suplementasi nutrisi yang adekuat harus diberikan, untuk memperbaki kondisi pasien. Beberapa makro dan mikro nutrien dipertimbangkan sebagai imunonutrien, dapat meningkatkan kondisi kekebalan pasien. Glutamin dan arginin, adalah nutrien yang disarankan untuk diberikan pada pasien sepsis. Penurunan atau penghambatan respon stres dengan substrat seperti glutamin dan arginin dapat mencegah sindrom disfungsi organ multipel (MODS) sehingga menurunkan risiko kematian pada pasien yang sakit kritis.

Review artikel ini menggunakan berbagai sumber dari beberapa penelitian sebelumnya yang berfokus pada manfaat glutamin tunggal, arginin tunggal, dan kombinasi keduanya. Data yang diperoleh kemudian dikumpulkan dan dibandingkan untuk menggambarkan dan menganalisis kelebihan serta kelemahan penggunaan glutamin dan arginin, baik dalam penggunaannya secara tunggal maupun kombinasi terhadap penanganan sepsis.

Glutamin diklasifikasikan sebagai asam amino nonesensial, yang telah digunakan untuk nutrisi pada pasien sakit kritis, meskipun manfaat klinisnya masih belum sepenuhnya jelas. Di sisi lain, glutamin dikaitkan dengan penurunan angka kematian dan lama perawatan di rumah sakit pada beberapa kondisi pasien, seperti yang terlihat pada pasien dengan luka bakar parah. Hal ini karena glutamin merupakan bahan bakar oksidatif utama untuk sel-sel yang berkembang biak dengan cepat, seperti yang terdapat di saluran pencernaan dan sistem kekebalan. Integritas usus dapat terjaga jika glutamin diberikan dari sisi parenteral sel epitel usus. Fungsi utama glutamin dalam sistem kekebalan meliputi peningkatan perlindungan jaringan, modulasi imunologis, pemeliharaan kapasitas antioksidan glutation, dan pemeliharaan metabolisme seluler setelah cedera.

Keuntungan penggunaan glutamin diantaranya berperan dalam mengatasi defisiensi kondisional untuk menurunkan angka kematian, menunjukkan efek positif pada jejunum, mengurangi kematian yang diinduksi oleh lipopolisakarida, menjaga stabilisasi tight junction,   mengurangi peradangan dan melindungi organ dari kerusakan organ terkait sepsis, serta mengurangi translokasi bakteri, meningkatkan ketebalan mukosa, dan meningkatkan kadar antioksidan. Sedangkan kerugian dai penggunaan glutamin adalah berpotensi berbahaya jika diberikan dalam dosis tinggi dan kurang menunjukkan efek positif pada ileum.  

Arginin, sebagai asam amino yang diperlukan secara kondisional, memiliki peran penting untuk mencegah kerusakan fungsi T-limfosit setelah cedera fisik, serta berperan dalam regenerasi jaringan ikat dan merupakan prekursor sintesis nitrogen oksida sebagai molekul sinyal utama. Kekurangan arginin cepat berkembang setelah cedera fisik (tetapi tidak setelah sepsis) dan berkaitan dengan asupan makanan yang tidak mencukupi serta pengembangan enzim arginase 1, yang berfungsi menguraikan arginin. Pada pasien sepsis, arginin dapat membantu dengan meningkatkan perfusi jaringan, mengurangi katabolisme protein, dan meningkatkan output jantung. Namun, peningkatan hasil hanya terbatas pada pasien dengan tingkat keparahan penyakit yang sedang, sehingga membatasi generalisasi pada semua pasien sepsis yang sakit kritis.

 Adapun kelebihan dari arginin yaitu berfungsi sebagai prekursor untuk menghasilkan nitrogen oksida, menunjukkan efek positif dalam mengurangi bakteremia dan angka kematian pasien sepsis, mencegah kerusakan fungsi T-limfosit, meningkatkan perfusi jaringan dan output jantung, mengurangi pemecahan protein seluruh tubuh tanpa mengubah parameter hemodinamik, dan aman digunakan melalui rute enteral dan parenteral. Sementara kekurangan arginin yaitu berpotensi menyebabkan efek berbahaya jika diberikan dalam dosis tinggi pada pasien sakit kritis dengan syok sepsis.

Penelitian tentang kombinasi arginin dan glutamin masih sangat terbatas. Namun, beberapa studi melaporkan bahwa suplementasi kombinasi arginin dan glutamin memiliki dampak positif dalam menghambat sepsis. Suplementasi oral kombinasi glutamin dan arginin memiliki efek positif dalam meningkatkan tinggi vili di jejunum dan ileum serta memperbaiki mukosa usus. Suplementasi kombinasi glutamin dan arginin menurunkan faktor 

pro-inflamasi, terutama TNF-伪. Sayangnya, dosis yang tepat untuk suplementasi dengan menggunakan kombinasi glutamin dan arginin dalam pengobatan sepsis masih sangat bervariasi dan tidak semua faktor inflamasi dapat dikurangi dengan mengonsumsi suplementasi kombinasi glutamin dan arginin. Disamping itu, efektivitas penggunaannya melalui rute enteral masih belum diketahui.

Penulis: Dr. Maulydia, dr., SpAn-TI., Subsp.TI (K)

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

AKSES CEPAT