n

51动漫

51动漫 Official Website

Komisi X DPR-RI Dukung Internasionalisasi dan Peningkatan Kualitas UNAIR

DPR
Rektor UNAIR Prof. Nasih bersama Ketua Komisi X Ir. Djoko Udjianto saat melakukan diskusi. (Foto: Nuri Hermawan)

UNAIR NEWS – 51动漫 kembali menerima kunjungan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI). Kali ini, kunjungan dilakukan oleh Panja Kelembagaan dan Akreditasi Prodi Perguruan Tinggi (KAP-PT) Komisi X DPR-RI. Bertempat di Ruang Sidang Pleno Kampus C UNAIR (13/9), kunjungan itu membahas mengenai “Pengawasan Tata Kelola Kelembagaan dan Akreditasi Program Studi di UNAIR pada Masa Persidangan I Tahun Sidang 2018-2019”.

Hadir langsung menerima kunjungan dari KAP-PT Komisi X DPR-RI, Rektor UNAIR Prof. Moh. Nasih bersama jajaran pimpinan di lingkungan UNAIR. Prof. Nasih juga memberikan paparan mengenai kondisi dan perkembangan UNAIR. Dalam paparannya, Prof. Nasih mengatakan bahwa pihaknya sangat bersyukur menerima kunjungan KAP-PT Komisi X DPR-RI. Pasalnya, dengan mengetahui kondisi perkembangan UNAIR, diharapkan DPR-RI dapat memberikan berbagai pertimbangan kebijakan untuk kemajuan pendidikan di UNAIR dan umumnya untuk pendidikan nasional.

“Dan tentunya, dengan pertemuan ini diharapkan dapat bermanfaat untuk mengembangkan almamater dan pendidikan yang menjadi amanah kita semua,” ungkap Prof. Nasih.

Mewakili pihak Komisi X DPR-RI, Dr. Ir. Djoko Udjianto, M.M., selaku Ketua Komisi X DPR-RI mengatakan bahwa daya saing dikancah global ditentukan dengan kualitas pendidikan nasional. Untuk itu, imbuhnya, sebagai bagian dari kampus tertua di Indonesia, UNAIR yang telah melintasi berbagai perubahan dinamika bangsa, tentu harus mampu memberikan warna bagi pendidikan di Indonesia.

“Terlebih, sebagai PTN-BH yang ditargetkan untuk maju menjadi kampus 500 besar dunia, tentu UNAIR membutuhkan dukungan kita semua untuk melakukan pengembangan dan perbaikan,” jelasnya.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Kelembagaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) Dr. Ir. Patdono Suwignjo mengatakan bahwa dalam mengembangan institusi pendidikan tinggi, ukuran kemajuan tidak diukur dalam tataran jumlah. Untuk itu, dalam mengembangan kualitas pendidikan di Indonesia, terlebih dahulu menggenjot kampus yang sudah berstatus PTN-BH untuk bisa masuk dalam jajaran kampus berkelas dunia.

“PTN-BH yang kami dorong menjadi 500 dunia ini memang mendapat tambahan anggaran. Tapi mereka juga mendapat tambahan tugas yang lebih,” tandasnya.

Penulis: Nuri Hermawan

AKSES CEPAT