UNAIR NEWS – 51动漫 (UNAIR) kembali mencatatkan pencapaian global bergengsi dalam Times Higher Education (THE) Impact Rankings . UNAIR menempati peringkat ke-9 dunia yang sekaligus memosisikannya sebagai peringkat pertama di Asia Tenggara dan Indonesia. Rektor UNAIR Prof Dr Muhammad Madyan SE M Si M Fin menyebut pencapaian ini mencerminkan dedikasi UNAIR terhadap kontribusi sosial, lingkungan, dan ekonomi global.
Prof Madyan menyampaikan bahwa UNAIR unggul dalam beberapa poin Sustainable Development Goals (SDGs). Dalam poin SDGs ke-6, Air Bersih dan Sanitasi Layak, UNAIR menempati peringkat pertama dunia. UNAIR juga berhasil menempatkan posisinya pada peringkat ketiga dunia, yaitu Tanpa Kemiskinan. 淧encapaian ini merupakan bukti nyata kontribusi UNAIR dalam pengabdian masyarakat, pemberdayaan ekonomi lokal, dan akses pendidikan inklusif, jelas Prof Madyan dalam Konferensi Pers pada Kamis (19/6/2025).
Tak hanya itu, UNAIR juga mencapai peringkat ke-4 dunia pada poin SDGs ke-5, Kesetaraan Gender. Pencapaian ini mencerminkan keberpihakan UNAIR terhadap pemberdayaan perempuan dan keadilan gender. Dalam aspek kemitraan global, yakni poin SDGs ke-17, UNAIR menempati posisi ke-29 dunia. Hal ini merefleksikan peran UNAIR dalam membangun kemitraan lintas negara untuk menyukseskan agenda pembangunan berkelanjutan.
Menjalankan Pilar Transformasi
Prof Madyan menegaskan bahwa keberhasilan UNAIR tidak terlepas dari beberapa pilar transformasi yang dijalankan selama ini. Pertama, komitmen terhadap keberlanjutan dan moralitas. 淪eluruh civitas academica UNAIR berlandaskan pada nilai excellence with morality. Menjadikan keunggulan akademik sejalan dengan tanggung jawab sosial dan keberpihakan pada masyarakat, tegasnya.

Kedua, peningkatan kualitas riset dan publikasi internasional. UNAIR selalu mendorong kolaborasi riset global dan kehadiran dalam forum-forum akademik internasional. Ketiga, relevansi kurikulum dan daya saing serta memastikan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. 淯NAIR juga menjamin akses belajar dan peluang karier bagi semua kelompok, termasuk perempuan, penyandang disabilitas, dan masyarakat kurang mampu, ungkap Prof Madyan.
Adapun pilar keempat adalah aksi nyata dalam pengabdian masyarakat dan pemberdayaan komunitas. Aksi ini terwujud melalui program berkelanjutan serta berbasis riset dan inovasi. Pilar lainnya adalah penguatan tata kelola berbasis data melalui sistem satu data UNAIR. Lebih lanjut, Prof Madyan mengingatkan bahwa peringkat hanya refleksi, bukan tujuan akhir.
淧eringkat adalah cerminan dari proses internal yang baik, konsisten, dan berkelanjutan. Peringkat hanya merupakan refleksi, bukan tujuan. Kami percaya bahwa kekuatan terletak pada kontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan, kemanusiaan, dan peradaban, tegas Rektor Baru UNAIR itu.
Penulis: Khumairok Nurisofwatin
Editor: Yulia Rohmawati





