51动漫

51动漫 Official Website

Komitmen UNAIR – NCKU Dukung Kolaborasi Peran Universitas dan Industri

Muhammad Miftahussurur M.Kes SpPD KGEH PhD sedang memaparkan materi diskusi. (Foto: SS Zoom)

UNAIR NEWS – SATU (Southeast Asia and Taiwan Universities) Presidents’ Forum menyelenggarakan forum diskusi yang dihadiri oleh perwakilan dari 51动漫 (UNAIR) dan National Cheng Kung University (NCKU) pada Kamis (16/6/2022). Diskusi itu membahas mengenai program mitigasi bencana yang berfokus pada kolaborasi antar universitas dan industri. 

Wakil Rektor Bidang Internasionalisasi, Digitalisasi, dan Informasi UNAIR, Muhammad Miftahussurur M.Kes SpPD KGEH PhD hadir untuk membawakan materi bertajuk 楰olaborasi Universitas dan Industri Dalam Sains dan Teknologi Peningkatan Kesiapsiagaan Masyarakat: Pengurangan Risiko Bencana. Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa bencana merupakan suatu peristiwa tak terduga yang membutuhkan daya tahan komunitas atau sekumpulan orang untuk menanganinya. Bencana itu terdiri dari bencana alam, bencana non-alam, dan bencana sosial.

Berdasarkan data BNPB tahun 2021, lanjutnya, bencana alam di Indonesia telah terjadi dengan total 5.402 dengan 1.794 di antaranya didominasi oleh bencana banjir. Selain itu, pandemi covid-19 juga memiliki andil terhadap bencana yang terjadi di Indonesia. Menurutnya, hal ini tentu memiliki dampak di berbagai bidang seperti sektor ekonomi hingga target pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)

Atas hal tersebut, peneliti UNAIR dengan publikasi Q1 terbanyak tahun 2019 itu mencanangkan program kolaborasi antar universitas dan industri, dengan melibatkan pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang produktif dan inovatif demi menurunkan resiko bencana yang akan terjadi. 

淜emitraan industri, universitas, dan pemerintah harus dibangun secara komprehensif untuk menciptakan perubahan yang produktif dan mengembangkan inovasi, ujar Miftah.

Senada dengan hal itu, Ching Hung, Assoc Prof Civil Engineering National Cheng Kung University (NCKU) pun memaparkan hal yang sama mengenai bencana alam yang terjadi di Taiwan. Menurutnya, Indonesia dan Taiwan memiliki banyak kesamaan di bidang mitigasi bencana terutama pada bencana longsor.

淢asalah kontemporer antara Taiwan dan Indonesia, saya pikir kita tidak perlu diragukan lagi adalah longsor, ungkapnya mengawali pemaparan materi.

Lebih lanjut menurutnya, hal-hal yang harus diperhatikan untuk meningkatkan mitigasi bencana longsor adalah pendidikan yang lebih tinggi untuk mendukung peningkatan pemahaman, pola pikir, dan teknologi. Menurutnya, penting untuk mempelajari dan memahami terlebih dahulu mekanisme serta latar belakang bencana itu terjadi. 

Berangkat dari hal itu, Prof Ching menyusun penelitian di NCKU dengan menggunakan metode eksperimental untuk meningkatkan stabilitas tanah sehingga tanah telah stabil dan cenderung menjadi lebih kuat. Terdapat dua jenis penelitian yang ia tawarkan, yakni stabilisasi tanah batulempung (geomaterial rawan longsor) dan stabilisasi tanah laterit (kegagalan lereng dan nilai tambah). 

Pada akhir, ia menanggapi pernyataan Miftah mengenai pentingnya kolaborasi sebagai solusi mitigasi bencana. 淭aiwan memiliki banyak pengalaman tentang bencana alam sebaik Indonesia. Jadi mungkin kita bisa bekerja sama menciptakan sesuatu yang lebih baik untuk memecahkan masalah sejenis itu, pungkas Prof Ching.

SATU (Southeast Asia and Taiwan Universities) Presidents’ Forum merupakan forum yang menyediakan wadah bagi para akademisi untuk berbagi pengalaman berharga mereka untuk meningkatkan pendidikan tinggi dan kerjasama internasional di kawasan. Sekretariat Internasional SATU Presidents’ Forum, mencakup dua sub-bagian yakni Sub-komite Pertukaran Akademik dan Sub-komite Kolaborasi Akademik Industri. Sekretariat ini telah dibentuk di NCKU untuk mengkoordinasikan dan mempromosikan kegiatan-kegiatan terkait. 

Penulis: Alfiyya Rahmah

Editor: Nuri Hermawan

AKSES CEPAT