51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Kondisi Terkini Kura-Kura Tempurung Datar di Indonesia

Kura-kura air tawar Asia saat ini mengalami penurunan besar-besaran secara regional, sebagian besar didorong oleh pemanenan yang tidak berkelanjutan untuk perdagangan hewan peliharaan internasional dan makanan tradisional. Salah satu spesies rentan yang tersebar di Asia Tenggara adalah Kura-kura Tempurung Datar Notochelys platynota. Kura-kura ini merupakan kura-kura batagurid berukuran sedang yang mencapai ukuran maksimal sepanjang karapas 33-36 cm. Spesies ini biasanya mendiami sungai dan badan air dangkal di habitat hutan rawa air tawar. Kura-kura dewasa terutama memakan tumbuh-tumbuhan air dan buah-buahan hutan yang jatuh, sedangkan kura-kura muda juga dapat mengkonsumsi invertebrata air.

Lokalitas dimana spesies tersebut muncul telah hilang dan terdegradasi oleh tekanan antropogenik, seperti perluasan dan pembangunan perkotaan serta polusi dari tempat tinggal, pertanian, dan industri. Selain itu, pemanenan berlebihan untuk makanan dapat berkontribusi pada kepunahan lokal dan pengurangan ukuran populasi spesies ini. Nelayan sering menggunakan menggunakan perangkap kura-kura di habitat sungai yang berarus lambat dimana spesies ini biasanya hidup. Karena kombinasi dari faktor-faktor tersebut, kura-kura ini dianggap sebagai spesies yang rentan menurut Daftar Merah IUCN.

Penulis: Dr. Veryl Hasan

Referensi: HasanV, SouthJ (2023) First record of the Vulnerable Malayan Flat-shelled Turtle, Notochelys platynota (Gray 1834) (Reptilia, Testudines, Geoemydidae), in Belitung, Indonesia. Check List 19 (3): 301“304. https://doi.org/10.15560/19.3.301

AKSES CEPAT