Paparan manusia terhadap makanan yang terkontaminasi adalah masalah global yang memerlukan penilaian keamanan pangan. Ochratoxin A (OTA) dianggap sebagai kelompok mikotoksin utama kedua setelah aflatoksin. OTA merupakan nefrotoksin yang dihasilkan oleh spesies Aspergillus dan Penicillium dengan karsinogenisitas pada ginjal. Efek toksik lainnya, termasuk hepatotoksisitas, teratogenik dan toksisitas imun telah dilaporkan dengan OTA. Paparan manusia biasanya melalui makanan. Waktu paruhnya juga relatif lama di dalam tubuh. Kopi adalah salah satu minuman utama yang dikonsumsi di seluruh dunia. Kopi kaya akan komponen antioksidan termasuk kandungan flavonoid. Ini mengurangi risiko beberapa penyakit termasuk diabetes dan penyakit kardiovaskular. Kopi sangat berharga tetapi dapat terkena berbagai hama dan jamur. Faktor terpenting yang membatasi perdagangan kopi di dunia adalah kontaminasinya dengan OTA. Studi ekstensif menunjukkan bahwa sekitar 10% kopi terkontaminasi OTA. OTA dalam kopi biasanya diproduksi oleh Aspergillus Flavi, Aspergillus Nigri, dan Aspergillus Circumdati. Strain ini didistribusikan di seluruh dunia. Strain ini mampu mengkontaminasi biji kopi selama proses pengeringan dan merupakan sumber OTA pada biji kopi hijau. Untuk mengurangi okratoksin, proses pengeringan sebaiknya dilakukan pada hari yang sama dengan panen. Sebelum dikeringkan, biji kopi perlu disortir. Jumlah air aktif dalam biji kopi harus dikontrol selama penyimpanannya. Biji yang rusak dan belum matang juga dibuang. Untuk mengendalikan toksin ini perlu dilakukan evaluasi terhadap proses pengeringan biji kopi. Dalam sebuah penelitian yang mengukur berbagai mikotoksin, termasuk Ochratoxin A, Aflatoksin B1, Fumonisin B2, Sterigmatocystin, Beauvericin dan Enniatin A dalam biji kopi, jumlah Ochratoxin A lebih tinggi daripada mikotoksin lainnya. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa 12% paparan okratoksin A disebabkan oleh minum kopi. OTA telah diidentifikasi dalam kopi panggang dan kopi hijau. Perlu dilakukan pengukuran jumlah toksin ini secara berkala dalam sampel kopi untuk mengevaluasi metode pertanian dan penanganan pasca panen yang baik. Penilaian risiko kontaminan dan racun adalah alat untuk mengidentifikasi berbagai orang di masyarakat yang berisiko terhadap potensi bahaya makanan. Sejauh ini; belum ada penelitian yang komprehensif tentang jumlah OTA dalam berbagai produk kopi instan di Iran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi jumlah OTA dan memperkirakan risiko karsinogenik dan nonkarsinogenik pada berbagai jenis produk kopi.
Kopi adalah minuman yang banyak dinikmati orang dalam kehidupan sehari-hari dan merupakan bagian integral dari kehidupan sosial masyarakat. Dalam penelitian ini, deteksi okratoksin A (OTA) dalam kopi dilakukan dengan kromatografi cair kinerja tinggi dengan detektor fluoresensi (HPLC-FLD). Selanjutnya, jumlah ochratoxin A (OTA), Margin of exposure (MOEs), dan Hazard quotient (HQ) pada berbagai jenis kopi; kopi instan, klasik, dan kopi sangrai dihitung menggunakan metode simulasi Monte Carlo (MCS). Konsentrasi rata-rata OTA berada di kisaran 3,6 hingga 26,6 mg/kg. Kandungan kopi klasik dan instan ternyata ada. OTA, berada di bawah batas maksimum yang ditentukan oleh undang-undang Uni Eropa. Batas maksimum untuk kedua jenis kopi ini adalah 10 mg/kg. Asupan harian OTA melalui kopi klasik dan kopi instan juga ditemukan lebih rendah dari asupan harian Toleransi yang diusulkan oleh Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives (JECFA). MOE (efek neoplastik) pada orang dewasa adalah kopi klasik (171026) > kopi sangrai (15390) > kopi instan (8549) dan juga MOE (efek non-neoplastik) pada anak-anak adalah kopi klasik (55790) > kopi sangrai (5020) > instan kopi (2789). Konsumen kopi instan berada pada risiko kanker berdasarkan efek neoplastik dan juga konsumen kopi instan dan kopi panggang berada pada risiko kanker berdasarkan efek non-neoplastik (nilai MOE lebih rendah dari 10.000). HQ (efek nefrotoksik) pada orang dewasa adalah kopi instan (0,132) > kopi sangrai (0,097) > kopi klasik (0,012). HQ karena konsumsi produk kopi lebih rendah dari 1, maka konsumen berada pada risiko non-kanker yang aman. Oleh karena itu, disarankan untuk mengurangi konsentrasi mikotoksin dalam produk kopi.
Untuk mengetahui artikel secara lebih detail, maka dapat mengunjungi link dibawah:
Judul: Concentration of ochratoxin A in coffee products and probabilistic health risk assessment
Penulis: Trias Mahmudiono





