51动漫

51动漫 Official Website

Mahasiswa UNAIR Gagas Inovasi Pencegahan Post-Partum Depression bagi Ibu Hamil dan Ibu Muda

Tim ROSE bersama ibu PKK dari Kelurahan Wage, Sidoarjo. (Foto: Istimewa)
Tim ROSE bersama ibu PKK dari Kelurahan Wage, Sidoarjo. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Tidak hanya mengembangkan inovasi sains dan teknologi dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), mahasiswa 51动漫 (UNAIR) juga kerap mengembangkan inovasinya dalam ranah sosial dan humaniora. Salah satunya Tim ROSE. Dipimpin oleh Audhiansa Prameswari Nur Zakya dari , tim ini berhasil mendapatkan pendanaan PKM UNAIR.

Bersama rekan satu timnya, Fara Adilla Fortunata, Fathina Attaqiya, dan  Felicia Zevanya Maber Sitompul yang berasal dari fakultas yang sama, Audhiansa mengembangkan sebuah program pengabdian masyarakat bernama ROSE. Program yang bertajuk Reach Out, Stay Strong, Essentials itu merupakan bentuk intervensi preventif postpartum depression (PPD) ibu hamil dan ibu muda di Kelurahan Wage, Sidoarjo. 

Program yang diinisiasi oleh Tim ROSE merupakan program untuk mencegah terjadinya (PPD) pada ibu hamil dan ibu muda. 淚de didapatkan dari keluhan mitra, yakni ibu-ibu PKK  mengenai adanya peristiwa atau gejala-gejala stress pada ibu pasca melahirkan. Keluhan itu didapat langsung oleh salah satu anggota kami yakni Audhi, terang Felicia, salah satu anggota Tim ROSE.

Dalam pelaksanaan program itu, lanjut Felicia, ROSE direalisasikan melalui psikoedukasi kepada ibu-ibu serta membentuk kaderisasi yang bernama Srikandi ROSE untuk menjaga program ini agar bisa tetap berlangsung atau sustainable. ROSE juga memberikan media berupa buku panduan dalam program edukasi strateginya. 

淒alam realisasinya, ROSE sendiri memiliki beberapa tahapan, yakni bagaimana menjadi ibu, mengelola hubungan, membangun tujuan, dan menjadi asertif dalam kehidupan sehari, lanjut Felicia.

Tim ROSE melakukan persiapan program pengabdian masyarakat dalam waktu dua bulan. Dalam rentang waktu tersebut, tim yang dipimpin oleh Audhi melaksanakan kegiatannya dengan berbaur langsung ke masyarakat untuk lebih mengenal permasalahan yang terjadi pada warga. Mereka juga melakukan diskusi dan konsultasi dengan mitra dan dosen pembimbing untuk menemukan jalan terbaik dari permasalahan yang terjadi.

淜ita awalnya survei ke lokasi dan wawancara ke ketua PKK. Kemudian, kita juga masuk ke acara-acara ibu PKK untuk menjelaskan apa itu PPD dan program ROSE. Kemudian kita melakukan kaderisasi dengan melatih ibu-ibu PKK sekaligus mengajak mereka menjadi Srikandi Rose, papar Felicia. 

Tidak hanya itu, Tim ROSE juga membagikan buku pedoman ROSE kepada ibu-ibu PKK. Kemudian masuk ke posyandu untuk menyebarluaskan manfaat dari program ROSE melalui media flyer kepada ibu hamil dan ibu muda.

Sebagai sebuah program pengabdian masyarakat, Felicia mengaku kesulitan yang dihadapi di antaranya adalah koordinasi waktu yang cocok antara mitra yakni warga di Kelurahan Wage, Sidoarjo dan tim ROSE. Tantangan lain ialah membuat suasana penyuluhan dan psikoedukasi yang menyenangkan. 

Namun hal tersebut dapat diatasi. Tim ROSE juga sudah mempersiapkan keberlanjutan program ROSE. Sustainability program ini akan tetap menjadi fokus tim kami agar selalu berada di dalam track yang tepat. Kami akan secara berkala mengunjungi mitra dan melakukan evaluasi, ungkap Felicia.

Penulis :

Editor : Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT