Indonesia memiliki banyak bangunan peninggalan. Salah satunya adalah Candi Borobudur yang dibangun menggunakan batu andesit. Andesit adalah jenis batuan beku yang mengandung 52-63% silika. Batu Andesit memiliki motif polos dan berbintik-bintik. Salah satu masalah pelapukan di Candi Borobudur adalah kelembaban tinggi yang memicu pertumbuhan lumut. Interaksi antara lumut dan mikroorganisme endolitik lainnya seperti actinomycetes dapat meningkatkan laju biodegradasi. Kelembaban batu dapat dikurangi dengan menerapkan lapisan hidrofobik pada batu.
Hidrofobisitas permukaan ditentukan oleh tingkat kekasaran dan tegangan permukaan. Kemiringan dalam kekasaran menyebabkan hidrofobisitas yang lebih tinggi di mana air dapat berputar. Permukaan kasar dapat dibuat dari oksida logam termasuk SiO2, TiO2 dan ZnO. Sementara itu, senyawa dengan tegangan permukaan rendah seperti silan, polimer dan asam lemak rantai panjang dapat meningkatkan hidrofobisitas. Fungsionalisasi hidrofobik juga dapat dilakukan melalui perfluorosilan, namun, bahan kimia perfluorinasi berdampak buruk pada kesehatan dan lingkungan karena stabil, tidak dapat terurai secara hayati, dan beracun.
Saat ini, asam lemak menjadi kandidat yang menjanjikan sebagai pelapis hidrofobik. Asam lemak juga dikenal sebagai antijamur alami, yang membuatnya cocok untuk pelapis fungsional. Sifat antijamur memiliki efek sinergis dengan hidrofobisitas. Namun, menggunakan asam lemak sebagai komponen tunggal tidak menunjukkan sifat hidrofobik. Modifikasi asam lemak dengan partikel SiO2 terbukti dapat menghasilkan lapisan superhidrofobik.
Penggabungan asam lemak seperti asam stearat dan palmitat, dan oksida logam seperti SiO2 dan TiO2 dapat memodifikasi batu andesit hidrofilik menjadi bahan hidrofobik. Rantai asam stearat dan asam palmitat yang panjang memiliki kelarutan air dan tegangan permukaan yang rendah. SiO2 berperann untuk meningkatkan hidrofobisitas permukaan andesit karena kekasarannya. Sifat hidrofobik yang dihasilkan oleh paduan dua senyawa ini terbukti dapat menjadi teknologi konservasi dari batuan andesit seperti batu candi Borobudur. Hidrofobisitas bahan ini terdapat pada sudut 136.6卤0.9潞, Dimana belum mencapai kategori superhidrofobisitas. Karakter ini sangat menguntungkan karena batu masih memiliki kemampuan penguapan yang baik, sehingga retakan batu dan kristalisasi garam dapat dihindari. Selain itu, lapisan hidrofobik juga mencegah pertumbuhan lumut yang menyebab batuan keropos.
Oleh :
Alfa Akustia Widati





