51动漫

51动漫 Official Website

Kontribusi Dosen FKM UNAIR dalam Launching Buku Pendampingan Pasien Pekerja Kronis dan Pemilik Usaha

Cover Buku Pasien Bisa. (Foto: SS Youtube)

UNAIR NEWS Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) 51动漫 (UNAIR) melakukan program pengabdian kepada masyarakat bekerja sama dengan Inspirasien Srikandi Indonesia. Kerja sama tersebut menghasilkan buku berjudul Pasien Bisa sebagai upaya pendampingan bagi pasien pekerja kronis dan pemilik usaha agar mendapat hak-haknya dengan baik.

Putri Ayuni Alayyaannur SKM MKKK selaku dosen K3 FKM UNAIR yang tergabung dalam tim peneliti menjelaskan bahwa penerbitan buku ini berawal dari temuan data 191 pasien penyakit kronis berdasarkan preliminary study yang dilakukan Inspirasien tahun 2021. Penyakit kronis adalah penyakit yang terjadi dengan durasi panjang umumnya berkembang secara lambat dan memiliki penanganan minimal 6 bulan.

淧ekerja dengan penyakit kronis memiliki masalah dalam mempertahankan performa baik yang menyebabkan penurunan produktivitas karena fatique dan stres kerja, penurunan secara fisik bahkan psikologis, ungkapnya dalam Webinar #PasienBisa bertajuk 淒ukungan Bagi Pekerja Dengan Penyakit Kronis melalui daring pada Selasa (6/12/2022).

Penyakit kronis yang dimaksud antara lain penyakit kardiovaskular, kanker, hipertensi, diabetes melitus, autoimun, tiroid, tuberkulosis, GERD, ginjal kronik, asma, paru kronik, dan HIV/AIDS. Pasien pekerja ini seringkali mengalami diskriminasi berupa dianggap tidak mampu menyelesaikan jobdesk, pengurangan upah kerja dan hak karyawan, perundungan verbal dari rekan kerja, serta pemberhentikan kerja sehingga perlu adanya pendampingan pekerja dengan penyakit kronis.

Putri Ayuni Alayyaannur SKM MKKK (kanan) memaparkan materi dengan juru bahasa isyarat (kiri). (Foto: SS Youtube)
Apa Itu Buku Pasien Bisa?

D3 FKM UNAIR dan Inspirasien melakukan survei online menggunakan desain cross sectional study dengan sampel yang diambil secara aksidental melibatkan 332 pasien pekerja kronis dan 69 pemilik usaha. Dari sisi pasien, mayoritas pasien kategori siap bekerja adalah usia produktif yaitu 26-35 tahun sebesar 30,1 persen. Sementara, responden pemilik usaha mengaku ramah terhadap pasien pekerja kronis mencapai 67,7 persen.

Output yang dihasilkan kemudian menjadi pedoman dalam Buku Pasien Bisa yang kini telah memiliki hak kekayaan intelektual dan sedang proses pengajuan ISBN. Buku ini berisi penjelasan lebih rinci mengenai faktor pemicu pasien penyakit kronis serta rekomendasi bagi pemilik usaha yang dapat diunggah gratis .

Selain pemilik usaha, Putri juga berharap pemerintah dapat menetapkan peraturan perundangan yang menjamin hak dasar pekerja dan jaminan kesamaan kesempatan tanpa diskriminasi pada pasien pekerja karena hingga saat ini UU Ketenagakerjaan belum memayungi pasien pekerja kronis, terlebih kelompok disabilitas. Dengan kata lain, perlu adanya sinergi dari pemangku kepentingan hingga komunitas pasien dalam pelaksanaan program khusus.

淭ugas besar kita bukanlah melihat yang samar-samar di kejauhan, tetapi mengerjakan yang sudah berada di depan mata. Jumlah pasien bekerja itu sudah cukup banyak, bahkan mengalami pemutusan hubungan kerja karena penyakitnya sehingga kita coba bangun bersama program yang bisa mendampingi mereka supaya terhindar dari PHK dan tetap bisa berdaya serta produktif, tutupnya. (*)

Penulis: Sela Septi Dwi Arista

Editor: Binti Q. Masruroh

AKSES CEPAT