Paparan benzena yang terjadi di lingkungan atau lingkungan kerja dapat menyebabkan keganasan, terutama leukemia. Keganasan dimulai dengan kerusakan DNA, dan salah satu biomarkernya adalah 8-hidroksi-2-deoksi-Guanosin (8-OHdG). Tujuan: Studi ini bertujuan untuk meneliti dan merangkum hubungan antara biomarker paparan benzena dan metabolit 8-OHdG sebagai biomarker kerusakan DNA. Bahan dan metode: Studi ini dipandu oleh metode Preferred Reporting Items for Systematic reviews and Meta-Analyses (PRISMA) 2020. Studi dikumpulkan dari 3 basis data (PubMed, ScienceDirect, dan ProQuest) pada tanggal 28 Juli 2024. Uji heterogenitas, perhitungan efek ringkasan, dan pemeriksaan bias studi dilakukan menggunakan JASP Statistics versi 0.19.0. Hasil: Hasil meta-analisis menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif yang signifikan antara paparan benzena dan metabolit 8-OHdG dengan kekuatan korelasi sedang. Kesimpulan: Terlepas dari heterogenitas dalam desain penelitian dan ukuran efek, data menunjukkan bahwa individu yang terpapar benzena memiliki risiko kerusakan DNA yang lebih tinggi sebagaimana dibuktikan oleh biomarker metabolit 8-OHdG.
Penulis: Prof. Soedjajadi Keman, dr., MS., Ph.D.
Referensi: Reny Indrayani, Soedjajadi Keman1, Babucarr Jassey1,3, Rahmat Dapari4 (2025). Correlation Between Biomarkers of Benzene Exposure and 8-ohdg Metabolites as Biomarkers of DNA Damage: Systematic Review and Meta-analysis. Malaysian Journal of Medicine and Health Sciences. Vol. 21 SUPP 7 / September 2025: 21 , 199-209





