51

51 Official Website

Krisis Tiroid pada Ibu Hamil dengan Penyakit Graves

Hipertiroidisme dalam kehamilan adalah suatu kondisi yang relatif jarang terjadi dengan prevalensi di Amerika Serikat adalah 0,1-0,4%, dimana penyakit Graves’ menjadi penyebab yang paling sering. Sementara belum ada data pasti jumlah kejadiannya di Indonesia. Kontrol hipertiroidisme yang buruk selama kehamilan dikaitkan dengan berbagai komplikasi, seperti kematian janin intrauterin, hipertensi pada kehamilan, persalinan prematur, kelahiran berat badan rendah, pertumbuhan intrauterine janin yang teganggu, dan gagal jantung kongestif pada ibu.

Krisis tiroid adalah salah satu komplikasi hipertiroidisme yang paling ditakuti karena memiliki angka kematian hingga 10-30%. Krisis tiroid adalah kondisi medis yang terjadi secara tiba-tiba, bersifat darurat yang disebabkan oleh hipertiroidisme yang disertai dengan gejala satu atau lebih dekompensasi organ. Pembedahan, trauma, infeksi, obat-obatan, ketidakpatuhan pengobatan antitiroid, kehamilan, dan persalinan sudah diidentifikasi sebagai factor pencetus krisis tiroid. Hal ini menjadi tantangan klinis tersendiri dalam melakukan tata laksana yang optimal dalam rangka menurunkan angka kesakitan dan kematian, seperti yang menjadi salah satu kasus yang ditangani di RSUD Dr. Soetomo Surabaya berikut.

Seorang wanita 26 tahun yang sedang hamil anak kedua, dirujuk dari salah satu RS di Bangkalan dengan proses persalinan di tengah perjalanan., dimana bayinya lahir premature dan meninggal.  Riwayat sebelumnya pasien melahirkan dua anak sebelumnya dimana anak pertama saat ini berusia  7 tahun dan normal. Pasien sebelumnya sudah mendapatkan pengobatan hipertiroid namun tidak rutin kontrol.  Saat di rujuk pasien dalam kondisi krisis tiroid dengan keluhan demam, sesak, berdebar disertai batuk darah.

Penyakit Graves adalah penyakit autoimun yang ditandai dengan adanya autoantibodi terhadap hormon TSH (thyroid stimulating hormone) yang juga dikenal sebagai reseptor tirotropin antibodi (TRAb). Penyakit ini memberikan gejala hipertiroidisme, orbitopati atau gangguan mata, disertai dengan pembengkakan kelenjar tiroid, eksoftalmos, penurunan berat badan, jantung berdebar, intoleransi panas, dan keringat berlebih. Diagnosis dapat ditegakkan berdasarkan hasil laboratorium peningkatan  kadar hormone tiroksin bebas (FT4) disertai dengan penurunan kadar tirotropin (TSH).

Pada 2% pasien penyakit Graves dapat dijumpai kadar FT4 normal tetapi kadar triiodotironin bebasnya (FT3) meningkat. Indeks Wayne merupakan salah satu alat bantu untuk menggunakan sistem penilaian untuk mengevaluasi tanda dan gejala klinis dari hipertiroid, dimana skor20 atau lebih tinggi menunjukkan hipertiroidisme. Penggunaan ultrsonografi atau USG tiroid adalah prosedur non-invasif yang sensitif untuk membedakan Penyakit Graves dengan penyebab lainnya. Pada penyakit Graves akan dijumpai pembesaran difus dan hipoekoik kelenjar tiroid. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan hipertiroidisme, antara lain (1) penyakit autoimun (penyakit Graves, penyakit Hashimoto), tiroiditis, tiroiditis subakut; (2) obat-obatan: seperti amiodarone dan obat antineoplastik; (3) infeksi: seperti tiroiditis supuratif, tiroiditis pascavirus; (4) Idiopatik: toksik gondok multinodular; (5) iatrogenik: tirotoksikosis buatan; atau (6) keganasan.

Dalam kasus ini, pasien mengalami pembesaran merata kelenjar tiroid disertai keluhan

jantung sering berdebar, keringat berlebih, berat badan turun, buang air besar berlebihan, serta laboratorium peningkatan kadar FT4 dan penurunan kadar TSH. Hal ini menyebabkan kecurigann diagnosis tirotoksikosis yang ditimbulkan oleh penyakit Graves. Penyakit Graves adalah penyebab paling umum dari hipertiroidismedalam kehamilan. Penyakit lain yang dapat menyebabkan hipertiroidisme pada kehamilan selain dari penyakit Graves adalah hipertiroidisme gestasional, hipertiroidisme trofoblas, nodul adenoma toksik,gondok multinodular toksik, dan tiroiditis subakut. Penyakit Graves bisa memburuk selama kehamilan maupun setelah melahirkan, serta bisa memicu terjadinya krisis tiroid.

Penulis: Dr. Hermina

Jurnal: Thyroid storm in a postpartum and uncontrolled graves’ disease patient: the challenges of accurate and multidisciplinary disease management

AKSES CEPAT