UNAIR NEWS Asia Young Sociopreneur Leader Exchanges (AYSLE) 2018 merupakan sebuah ajang internasional yang menyasar kaum muda. Tujuannya, tidak lain untuk mengajak kaum muda berpikir kritis dan mandiri serta mampu membuat sebuah terobosan yang dapat membawa perubahan positif dalam kehidupan manusia. Acara yang diikuti oleh berbagai perwakilan dari negara-negara di Asia itu berlangsung pada Rabu, 7-11 Maret 2018 di Bangkok, Thailand.
Pada kegiatan yang diselenggarakan oleh YOU CAN (Youth Center To Act For Nation) itu, dua mahasiswa 51动漫 turut serta untuk mewakili almamater dan Indonesia. Ialah Wijianto mahasiswa Ekonomi Pembangunan UNAIR angkatan 2015 dan Firmansyah Tanto mahasiswa Ekonomi Pembangunan UNAIR angkatan 2016.
Untuk bisa lolos dalam tahap terakhir, mereka dituntut untuk membuat paper mengenai sociopreneur. Dalam kesempatan tersebut, Wijianto dan Firmansyah membuat paper dengan judul 淪ertifikasi dan Legalitas Sentra Ikan Bulak Kota Surabaya untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Mikro di Daerah.
“Selain untuk dilombakan, tulisan tersebut juga diharapkan dapat membantu mendorong pertumbuhan potensi ekonomi daerah khususnya di Surabaya,” ungkap Wijianto.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta dibentuk dalam forum group discussion (FGD). Dalam forum itu, delegasi dari seluruh Asia duduk bersama untuk membahas tentang isu-isu terkini dan menyarankan berbagai kebijakan yang peserta rasa harus diterapkan untuk mengatasi masalah yang terjadi, khususnya dalam bisnis sosial.
Kemudian, terdapat juga presentasi dan pengentasan rencana bisnis sosial yang dilaksanakan di Asian Center dan Embasy Bangkok bersama dosen Chulalongkorn University. Pada bagian itu, para peserta diberikan tantangan untuk mempresentasikan rencana bisnisnya. Di samping itu juga, peserta dituntut untuk merealisasikan tulisan mereka menjadi bisnis nyata.
淒i sana kita ada city race sambil research satu hari penuh bersama delegasi lain. Kita belajar banyak tentang makro ekonominya negara Thailand, ucap Firmansyah.
Sementara itu Wijianto merasa bangga bisa mewakili UNAIR dalam kegiatan tersebut. Wijianto dan Firmansyah merasa sangat terkesan setelah mengikuti kegiatan itu.
淪aya banyak mendapatkan ilmu, networking, dan jadi tahu bagaimana cara mengutarakan pendapat dan berbagi pemikiran dengan seluruh peserta. Selain itu membuka wawasan saya bahwa sebagai mahasiswa kita harus peka dengan lingkungan sekitar. Sehingga dapat menjadi jembatan untuk menginklusifkan lingkungan sekitar kita sebagai pertumbuhan ekonomi mikro yang baru, terangnya.
Pada akhir, Wijianto berharap dapat menjadi pelopor bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa ekonomi bahwa sudah saatnya mahasiswa ekonomi dapat menciptakan lingkungan yang berjiwa wirausaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Penulis: M. Najib Rahman
Editor: Nuri Hermawan





