UNAIR NEWS – Paguyuban penerima beasiswa Karya Salemba Empat (KSE) 51动漫 (UNAIR) lakukan aksi Gerakan Pungut Sampah (GPS) pada Sabtu (13/8/2022). Gerakan yang berkolaborasi dengan paguyuban KSE Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Kelompok Tani Keputih bersemi tersebut merupakan salah satu bentuk kampanye peduli lingkungan atas maraknya manusia yang masih buang sampah sembarangan.
Melalui gerakan itu, Ketua pelaksana GPS, Alexandra Judith Althea, menyampaikan kepada masyarakat bahwa peduli lingkungan dapat dilakukan dengan hal yang sederhana dan menyenangkan. Salah satu contohnya adalah tidak buang sampah sembarangan dan lakukan pungut sampah di lingkungan yang tidak semestinya menjadi tempat pembuangan sampah.
淧eduli pada lingkungan tidak perlu dengan sesuatu yang besar, cukup dengan hal yang sederhana dapat memberi dampak luar biasa. Lingkungan yang telah menyediakan segalanya bagi kita dan sudah seharusnya pula kita yang tinggal didalamnya untuk menjaga, ucap Alexandra kepada awak media pada senin (15/8/2022).
Lanjut Alexandra, Acara tersebut dilakukan dengan kegiatan jalan pagi sambil memungut sampah di sekitar kelurahan keputih Surabaya, kemudian diakhiri dengan pembagian doorprize dan foto bersama. Dari hal kecil, sambung Alexandra, dampaknya langsung terlihat ke lingkungan sekitar yang menjadi menjadi lebih bersih.
Selain itu, lanjut Alexandra, kegiatan itu juga dapat merekatkan stakeholder yang terlibat di dalamnya. Sehingga hal ini dapat menjadi rekomendasi organisasi lain yang sedang mencari kegiatan untuk mempererat hubungan anggota dengan biaya yang ekonomis dan bermanfaat untuk lingkungan.
淜egiatan ini dapat dilakukan secara rutin dan diselipkan acara yang menarik sehingga tidak hanya berdampak pada lingkungan tapi bisa merekatkan hubungan satu sama lain, ucap ketua pelaksana GPS yang juga pendiri sekolah sampah Surabaya itu.
Rencananya, Sambung Alexandra, sampah yang berhasil dipungut akan diolah menjadi ecobrick. Ecobrick merupakan botol plastik yang diisi padat dengan limbah non-biological untuk membuat blok bangunan seperti kursi atau hiasan yang bermanfaat.
GPS kali ini merupakan yang kedua setelah sebelumnya dilaksanakan secara serentak oleh penerima beasiswa KSE di tiga puluh empat Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia. Dengan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta melakukan tindakan yang bermanfaat ini, merupakan salah satu komitmen yayasan dan 1800 penerima beasiswa KSE akan kepeduliannya terhadap isu lingkungan.
淗arapannya pula semakin banyak masyarakat diluar peduli dan melakukan aksi sederhana bagi lingkungan, pungkas Alexandra.
Penulis : Haryansyah Setiawan
Editor: Khefti Al Mawalia





