Sebagai kanker yang paling sering dijumpai pada perempuan di seluruh dunia, kanker payudara umumnya ditangani dengan kemoterapi, yang tetap menjadi komponen sentral baik pada setting neoadjuvan, adjuvan, maupun penyakit metastatik. Meskipun rejimen kemoterapi telah secara bermakna meningkatkan ketahanan bebas penyakit dan kesintasan keseluruhan, terapi ini sering disertai toksisitas yang berdampak negatif terhadap kualitas hidup (quality of life/QoL). Efek samping yang umum meliputi kelelahan, neuropati, gangguan gastrointestinal, toksisitas hematologis, serta kardiotoksisitas, yang masing-masing dapat menetap setelah terapi berakhir dan mengganggu fungsi sehari-hari. Sekuela psikologis seperti depresi, kecemasan, gangguan kognitif, dan gangguan citra tubuh turut menurunkan kesejahteraan pasien. Selain itu, kemoterapi dapat mengganggu kesehatan seksual, peran dalam keluarga, produktivitas kerja, serta menimbulkan beban finansial yang signifikan, terutama di lingkungan dengan sumber daya terbatas. Instrumen pengukuran QoL, termasuk EORTC QLQ-C30, QLQ-BR23, FACT-B, dan SF-36, menyediakan luaran yang dilaporkan pasien (patient-reported outcomes) yang berharga sebagai pelengkap parameter klinis. Berbagai intervensi suportif, seperti latihan fisik, konseling psikososial, penatalaksanaan farmakologis, dan strategi nutrisi, telah menunjukkan manfaat dalam mengurangi beban terkait kemoterapi. Namun, heterogenitas desain penelitian dan perbedaan karakteristik subkelompok pasien membatasi generalisasi temuan. Seiring dengan meningkatnya angka penyintas kanker payudara, integrasi aspek kualitas hidup ke dalam perencanaan terapi menjadi sangat esensial. Penelitian di masa depan perlu menekankan penilaian dan intervensi longitudinal yang berpusat pada pasien guna mengoptimalkan tidak hanya kelangsungan hidup, tetapi juga kesejahteraan secara menyeluruh.
Penulis
dr. Merlyna Savitri, Sp.PD, K-HOM, FINASIM
dr. Henry Sutanto
dr. Pradana Zaky Romadhon, Sp.PD, K-HOM, FINASIM
dr. Muhammad Noor Diansyah, Sp.PD, K-HOM, FINASIM
dr. Putu Niken Ayu Amrita, Sp.PD, K-HOM, FINASIM
dr. Een Hendarsih, Sp.PD, K-HOM, FINASIM
Prof. Dr. Siprianus Ugroseno Yudho Bintoro, dr., Sp.PD, K-HOM, FINASIM
Prof. Dr. Ami Ashariati, dr., Sp.PD, K-HOM, FINASIM
Informasi lebih lengkap dari tinjauan pustaka ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
Quality of Life Following Breast Cancer Chemotherapy: A Narrative Review of Patient-Reported Outcomes and Supportive Care
Merlyna Savitri, Henry Sutanto, Pradana Zaky Romadhon, Muhammad Noor Diansyah, Putu Niken Ayu Amrita, Een Hendarsih, Siprianus Ugroseno Yudho Bintoro & Ami Ashariati





