51动漫

51动漫 Official Website

Kualitas Kimia Udara dan Keberadaan Sumber Pencemar dalam Rumah Pemicu Alergi Pernafasan pada Anak

Foto by The Conversation

Lingkungan dalam ruangan merupakan faktor risiko yang penting bagi kesehatan, dikarenakan sebagian besar orang menghabiskan lebih dari 90% waktunya di dalam ruangan. Kualitas udara di rumah menjadi faktor utama dalam menjaga kesehatan saluran pernapasan sehingga menjaga kualitas udarayang kita hirup sangatlah penting untuk kesehatan kita.Menteri Kesehatan Indonesia menyatakan dalam laporan pedoman penyehatan udara dalam ruang rumah bahwa kualitas udara yang burukdalam ruang rumahdapat menimbulkan gangguan kesehatan, sehingga diperlukanupaya penanggulangan secara tepat dan berkesinambungan oleh semua pihak.

Kualitas lingkungan dalam ruang tergantung pada udara yang masuk dari luar dan keberadaan sumber pencemar udara dalam ruangan. Lima sumber dalam ruangan (panel kayu / penutup lantai vinil, lantai, penutup dinding, lem atau perekat, dan cat) merupakan polutan dalam ruangan yang utama. Faktor risiko yang berasal dari bahan pencemar dalam ruangan diantaranya adalah Environmental Tobacco Smoke (ETS), biomassa, produk pembersih, obat pengusir nyamuk, dan alergen biologis. Bahan pencemar udara utama adalah Karbon monoksida (CO), Karbon dioksida (CO2), Nitrogen dioksida (NO2), Sulfur dioksida (SO2), Volatile Organic Compounds (VOCs), phthalate, formaldehyde, Particulate Matter (PM) dan Polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs).

VOCs dapat terkandung dalam produk kayu press (panel dinding kayu lapis, papan partikel dan papan serat), kayu olahan, cat berbasis air, pembakaran, asap tembakau, furnitur berlapis kain, karpet, tirai, lem atau perekat, kosmetik, bahan pembersih, spidol dan tinta pulpen. Hal tersebut sejalan dengan penelitian yang menyatakan bahwa pola konsentrasi PM dan TVOC terutama terkait dengan kegiatan para peserta di dalam tempat tinggal mereka. Anggota keluarga yang merokok, kegiatan pembersihan, dan memasak dapat menyebabkan konsentrasi PM dan TVOC yang jauh lebih tinggi (Stamatelopoulou et al., 2019; Sun et al., 2017). Penelitian lain menyatakan kadar VOCs and PM2.5 pada beberapa rumah di Kota Surabaya berada di atas standar Baku Mutu Lingkungan dari WHO (Prasasti et al., 2021).

Pencemaran udara dalam rumah mengakibatkan gangguan kesehatan secara langsung dan tidak langsung. Gangguan kesehatan secara langsung antara lainnya adalah iritasi mata, iritasi hidung dan tenggorokan, serta sakit kepala, mual dan nyeri otot (fatigue), termasuk asma, hipersensitivitas, pneumonia, flu dan penyakit損enyakit virus lainnya. Hal ini didukung hasil penelitian yang dilakukan Pawankar (2013) dimana rinitis dan alergi pada anak-anak di negara berkembang sering dilaporkan terjadi pada daerah dengan kualitas lingkungan dan sanitasi yang buruk. Formaldehid, PM2.5, karakteristik bangunan dan obat pengusir nyamuk (semprot dan bakar) memiliki hubungan dengan keluhan alergi pernafasan pada anak (Prasasti et al., 2021).

Kualitas kimia udara dalam ruang yang buruk dan keberadaan sumber pencemar dalam rumah menjadi pemicu utama munculnya keluhan alergi pernafasan pada anak. Pemantauan kualitas udara (Fisik, Kimia, dan Biologi) dalam ruangan secara berkala untuk berbagai indikator utama adalah langkah-langkah efektif untuk mencegah gejala alergi. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk meningkatkan ukuran sampel yang lebih besar dan lebih lama memantau Kadar VOCs dalam ruangan dan periode pengukuran PM2.5 untuk mengeksplorasi hubungan efek penyebab antara kualitas udara dalam ruangan dan penyakit alergi pernapasan.

Penulis: Corie Indria Prasasti, SKM., M.Kes

Judul dan link artikel jurnal internasional terindeks scopus yang dituliskan menjadi opini.

闯耻诲耻濒听 : Association of VOCs, PM2.5and household environmental exposure with children檚 respiratory allergies

Link     :

Prasasti, C. I., Haryanto, B., & Latif, M. T. (2021). Association of VOCs, PM2.5 and household environmental exposure with children檚 respiratory allergies. Air Quality, Atmosphere and Health.

AKSES CEPAT