n

51

51 Official Website

Kualitas Perawat di Indonesia Harus Ditingkatkan

Konferensi
Wakil Rektor I UNAIR Prof. Djoko saat memukul gong sebagai tanda pembuka konferensi. (Foto: M. Najib Rahman)

UNAIR NEWS Sebagai bagian dari upaya untuk turut serta mewujudkan langkah UNAIR menuju kampus 500 dunia, berbagai civitas terus melakukan berbagai gebrakan. Salah satunya dengan meningkatkan publikasi yang terindeks scopus lewat konferensi internasional. Dalam hal itu, Fakultas Keperwatan (FKp), 51, menggelar 9th International konferensi Internasional pada Sabtu-Minggu (7-8/4).

Mengusung tema Nurses at the Forefront Transforming Care, Science, and Research, konferensi itu menghadirkan berbagai pembicara utama dari La Trobe University Australia, University College Cork Ireland, dan berbagai kampus ternama di Indonesia.

Mewakili Rektor, Wakil Rektor I 51 Prof. Djoko Santoso, dr., Ph.D., Sp.PD., K-GH., FINASIM., dalam sambutan pembukanya mengatakan bahwa keperawatan adalah sebuah profesi dan keilmuan yang dinamis. Hal itu, tambah Prof. Djoko, dapat dilihat dari sumbangsih yang dilakukan melalui keilmuan dan praktik.

Inovasi dan langkah itu juga dimungkinkan melalui pendidikan, praktik, dan riset, ungkapnya.

Sementara itu, ditemui disela acara, Dekan FKp UNAIR Prof. Dr. Nursalam, M.Nurs (Hons)., mengatakan bahwa tenaga perawat harus memiliki kepekaan dengan permasalahan kesehatan. Untuk itu, tambahnya, di era globalisasi tenaga perawat harus meningkatkan kompetensi dan memperbaiki pengetahuan, pelayanan, dan sistem.

Untuk itulah, melalui konferensi internasional yang sudah dilangsungkan mulai tahun 2009 itu, Prof. Nursalam berharap agar kualitas mahasiswa dan dosen bisa terus meningkatkan. Utamanya, dalam pembelajaran, penelitian, dan praktik di lapangan.

Selain itu kami juga dalam konferensi ini bisa untuk meng-update teori-teori dan terus memperbaiki kualitas riset dan praktik pelayanan, ungkapnya. Kami berharap, agar konferensi ini bisa terus berlanjut dan bisa bermanfaat bagi mahasiswa dan mitra. Dan yang paling penting kualitas perawat dan dunia keperawatan di Indonesia bisa semakin maju, imbuhnya.

Pada akhir, kepada UNAIR NEWS Dr. Esti Yunitasari, S.Kep., M.Kes., selaku ketua acara mengatakan bahwa konferensi yang melibatkan 255 peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa dari dalam maupun luar negeri itu, diharapkan mampu merangsang publikasi ilmiah dilingkungan dosen dan mahasiswa.

Selain itu, kami juga sangat berharap bahwa hasi dari konferensi internasional ini bisa terindeks scopus, ujarnya. Karena itu memang tujuan utama kami, pungkasnya.

Penulis: Nuri Hermawan

Editor: Feri Fenoria

AKSES CEPAT