UNAIR NEWS 51动漫 (UNAIR) mengadakan kuliah tamu bertajuk Peran dan Fungsi Bank Sentral pada Sabtu (15/03/2025) secara daring. Sesi kuliah tamu membahas tentang peran Bank Indonesia (BI) dan tugas dan wewenang Bank Sentral. Selain itu terdapat juga pembahasan mengenai perkembangan dan potensi Central Bank Digital Currency (CBDC).
Pembicara dalam kuliah tamu ini adalah Firman Hidayat, expert economist dari Bank Indonesia Kalimantan Selatan. Acara ini juga menghadirkan Lina Nugraha Rani, Dosen Departemen Ekonomi Syariah FEB UNAIR, sebagai moderator yang memandu diskusi.
Bank Indonesia sebagai Bank Sentral
Firman menjelaskan bahwa BI memiliki tiga tujuan utama, yaitu menjaga stabilitas moneter, menjaga stabilitas sistem keuangan, dan stabilitas sistem pembayaran. Ia juga menambahkan bahwa BI berperan dalam menjaga perekonomian supaya tidak bergerak terlalu cepat. 淭erkadang meskipun inflasi tetap terjaga, ada kalanya kita mengalami deflasi. Jadi deflasi ini salah satu indikasi bahwa perekonomian kita melambat. BI jika mau mendorong perekonomian, maka suku bunga harus diturunkan, tambahnya.
Ia juga menyoroti bahwa dinamika global juga menjadi faktor perlambatan ekonomi di Indonesia. Sistem open economy yang BI terapkan memungkinkan adanya dana asing yang masuk ke Indonesia. Dengan adanya ketidakpastian global, para investor asing cenderung menarik dananya yang tersimpan di luar negeri. Oleh karena itu, kekhawatiran investor akan simpanan mereka dapat membuat nilai tukar juga turut melemah.
Perkembangan dan Potensi CBDC
Firman juga menjelaskan bahwa Central Bank Digital Currency (CBDC) adalah bentuk mata uang digital yang bank sentral suatu negara terbitkan. Dalam paparannya, ia menambahkan bahwa CBDC berbeda dengan cryptocurrency. 淧erbedaannya adalah CBDC itu dijamin oleh bank sentral, sedangkan cryptocurrency tidak dijamin dan underlying asset-nya tidak jelas. Jadi ketika terjadi fluktuasi nilai tukar yang tinggi, BI maupun lembaga keuangan lainnya tidak bisa menjamin, ujarnya.
Indonesia perlahan mulai menerapkan sistem pembayaran digital dan mata uang digital. CBDC menggunakan teknologi blockchain yang transparan dan aman. Harapannya teknologi blockchain ini dapat menjamin security, transparency, dan immutability.
Firman mengambil contoh negara Cina dalam hal perkembangan mata uang digital e-CNY. Dengan adanya mata uang digital e-CNY, semua sendi ekonomi di Cina dapat berlangsung secara digital. Pada saat pandemi COVID-19, Pemerintah China memberikan bantuan langsung tunai kepada masyarakat melalui e-CNY. Uang pemerintah Cina bagikan ke masyarakat melalui rekening atau token yang terdaftar.
淜alau di Indonesia ada yang namanya Proyek Garuda. Jadi, BI telah menginisiasi rupiah digital ini. Tahapan yang sudah dilakukan BI, diantaranya kami telah merancang white paper atau kajian tentang rupiah digital, melakukan consultative paper, public consultation report, dan kami juga banyak melakukan uji coba, pungkasnya.
Penulis : Dalliyah Iftitah Arbi
Editor : Edwin Fatahuddin





