51动漫

51动漫 Official Website

Prof Matousek Bahas Persepsi Media Sosial terhadap Pasar Obligasi Pemerintah

Dokumentasi pemaparan materi persepsi media sosial terhadap pelaku investasi pada saat kuliah tamu oleh Profesor Roman Matousek pada pada Selasa (11/3/2025) (Foto: Rosa Maharani)
Dokumentasi pemaparan materi persepsi media sosial terhadap pelaku investasi pada saat kuliah tamu oleh Profesor Roman Matousek pada pada Selasa (11/3/2025) (Foto: Rosa Maharani)

UNAIR NEWS – 51动漫 (UNAIR) mengadakan kuliah tamu bertajuk Social Media Perception and the Government Bond Market: An X-Based Analysis of UK Gilt Yields pada Selasa (11/03/2025). Acara ini menghadirkan Roman Matousek, Profesor di bidang Ekonomi Keuangan dari Queen Mary University of London., Dosen bertugas memandu acara tersebut sebagai moderator. Roman Matousek membuka sesi pemaparan dengan menjelaskan bagaimana persepsi media sosial, terutama X (dulu Twitter), memengaruhi perilaku investor.

Profesor Matousek menjelaskan bahwa persepsi media sosial seperti X memungkinkan reaksi pasar secara real-time. Investor dapat memantau tren serta pandangan tokoh berpengaruh, seperti politisi, CEO, dan analis, yang dapat membentuk sentimen pasar. Sentimen ini kemudian memengaruhi keputusan investasi, terutama dalam memilih antara saham dan obligasi pemerintah.

“Informasi yang tersebar di media sosial, khususnya X, memengaruhi keputusan pelaku pasar. Ketika sentimen positif muncul, investor cenderung membeli saham. Sebaliknya, saat sentimen negatif, mereka menjual saham dan beralih ke obligasi yang lebih aman, sehingga permintaan obligasi meningkat dan imbal hasilnya menurun,” ujar Matousek.

Matousek menjelaskan bahwa saat ini, X berperan besar dalam menyebarluaskan informasi dari pemerintah maupun bank sentral. Namun, kemungkinan bocornya informasi sebelum pengumuman resmi dapat memicu perilaku investor yang irasional, menyebabkan lonjakan atau penurunan sementara dalam harga obligasi sebelum akhirnya terkoreksi.

Selain itu, Matousek menambahkan bahwa X, yang memungkinkan investor mengakses informasi secara mandiri, juga berisiko menyebarkan misinformasi yang dapat memicu kepanikan di pasar. 淚nformasi yang beredar membentuk sentimen pasar. Tetapi jika tidak diolah dengan baik, dapat menyesatkan dan menciptakan volatilitas yang tidak perlu, jelas Matousek.

Lebih lanjut, Matousek membahas peran kecerdasan buatan (AI) dalam menganalisis sentimen pasar berdasarkan unggahan di X. 淴 menyebarkan banyak informasi, termasuk yang belum terverifikasi. Oleh karena itu, mengambil keputusan investasi memerlukan metode yang tepat untuk menyaring dan mengintegrasikan hasilnya, tambahnya.

Matousek menjelaskan bahwa AI mampu mengklasifikasikan jutaan unggahan serta menggabungkan informasi dari berbagai sumber untuk menghasilkan analisis yang lebih akurat. Dengan kemampuan ini, AI dapat membantu investor memahami dinamika pasar dan mengurangi risiko pengambilan keputusan berdasarkan informasi yang menyesatkan.

Penulis: Rosa Maharani
Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT