51

51 Official Website

Kuliah Tamu FIB Dukung Mahasiswa Merintis Bisnis 

Foto sesi pemaparan materi oleh Founder dan CEO LBB Edu (Foto: Monika Astria Br Gultom)

UNAIR NEWS – Mendukung mahasiswa berkarir dalam membangun bisnis yang mandiri. Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya (FIB) 51 (UNAIR) mengadakan kuliah tamu bertajuk How to Start Your Own Business. Kegiatan tersebut berlangsung secara daring melalui platform zoom meeting pada Selasa (18/10/2022).

UNAIR NEWS – Mendukung mahasiswa berkarir dalam membangun bisnis yang mandiri. Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya (FIB) 51 (UNAIR) mengadakan kuliah tamu bertajuk How to Start Your Own Business. Kegiatan tersebut berlangsung secara daring melalui platform zoom meeting pada Selasa (18/10/2022). 

Kuliah tamu itu diperuntukkan kepada civitas akademika Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris. Kegiatan tersebut juga menghadirkan sosok pendiri lembaga bimbingan TPA dan TBI digital pertama di Indonesia. 

Konsistensi dalam Membangun

Pendiri dan CEO LBB Edu Dika Prestiawan mengungkapkan lembaga yang didirikannya merupakan lembaga bimbingan khusus TPA dan TBI pertama dan terbesar hanya dalam waktu dua tahun. Hal itu dapat terwujud berkat konsistensi yang Dika lakukan pada masa merintis lembaga tersebut. Kini LBB Edu menjadi lembaga yang mengakomodasi kebutuhan belajar TPA dan TBI bagi mahasiswa S2 dan spesialis. 

Memang gak gampang untuk menjadi konsistensi. Tapi apa konsistensi tidak ada namanya kesuksesan. Jadi ketika sudah memulai lakukan itu tanpa terkecuali, ungkapnya  

Bangun Networking

Alumni Bahasa dan Sastra Inggris 2012 tersebut juga menyampaikan lika-liku perjalanan dan proses dalam berbisnis. Memulai sebuah bisnis sangat mementingkan peran jejaring karena dengan hal tersebut, bisnis yang dirintis akan semakin berkembang dari waktu ke waktu. Sehingga pangsa pasar menjadi lebih luas dengan potensi berbagi informasi dari jejaring yang kalian bentuk. 

Semakin luas jaringan yang kamu punya. semakin banyak kesempatan yang kamu dapatkan. Manfaat yang kalian dapatkan bisa bekerja sama dengan beberapa orang. Sehingga LBB Edu ini cakupan muridnya dapat lebih luas, katanya. 

Diko juga menyampaikan dalam merintis bisnis tidak hanya ide bisnis yang diperlukan, namun juga kemampuan pendukung lainnya. Seperti public speaking yang menjadi dasar dalam berkomunikasi kepada teman, klien bahkan investor yang akan masuk ke dalam jejaring bisnis.

Foto sharing session dan QnA (Foto: Monika Astria Br Gultom)
Analytical Thinking

Dika menuturkan mahasiswa harus memiliki analytical thinking yang kuat. Sehingga kita dapat memanfaatkan setiap potensi yang belum dimaksimalkan oleh orang lain. Misalnya kita memiliki passion mengajar, maka kita bisa mengembangkan itu menjadi bibit bisnis seperti Dika sekarang ini. 

Mahasiswa harus punya analytical thinking. Caranya didapatkan dari mengikuti berbagai event yang diselenggarakan kampus. Jangan lupa sering bertanya saat kuliah, karena bakal banyak ilmu yang dapat kita ambil, tuturnya. 

Pada perkembangan zaman ini, para pebisnis harus bisa beradaptasi dan memperhatikan setiap urgensi yang ada. Dengan itu, kita dapat terus menjalankan bisnis secara berkelanjutan dan dengan kemampuan analisis kita dimasa depan. 

Ciptakan Kepercayaan Diri

Dalam dunia bisnis seorang perintis harus memiliki sikap percaya diri. 

Kepercayaan diri sendiri akan menciptakan rasa keinginan yang besar untuk menjalankan usaha dengan sebaik-baiknya. Kepercayaan diri menjadi faktor pendorong dalam mencoba tantangan dan tidak takut untuk berinovasi sehingga akan meningkatkan produktivitas dan kualitas suatu usaha. 

Dalam memulai bisnis kita harus percaya diri. Usaha yang dikerjakan oleh orang lain boleh banyak saat ini, namun dengan kepercayaan diri maka kita mampu menciptakan ide bisnis yang lebih kreatif dan inovatif. Jangan takut mencoba hal baru, tutupnya.   

Penulis: Monika Astria Br Gultom 

Editor: Feri Fenoria 

AKSES CEPAT