51

51 Official Website

Kuliah Tamu Sekolah Pascasarjana UNAIR Ulas Partisipasi Perempuan dalam Bidang Politik

Prof (Dr) Daisy Alexander pada kuliah tamu bertajuk Gender Equality and Political Participation Rabu (12/4/2023).

UNAIR NEWS51 (UNAIR) kembali menyelenggarakan kuliah tamu pada Rabu (12/4/2023). Kuliah tamu yang mengambil tema seputar partisipasi perempuan dalam bidang politik itu mengundang Prof (Dr) Daisy Alexander dari Manipal Academy of Higher Education, Karnataka, India, sebagai pembicara.

Dalam kesempatan tersebut, Prof Daisy banyak memaparkan mengenai kesetaraan gender dan partisipasi perempuan dalam ruang politik. Ia menjelaskan bahwa rendahnya representasi perempuan di bidang politik merupakan suatu fenomena global di mana banyak faktor yang menghalangi perempuan untuk berkecimpung di dunia politik.

Pertama, adalah kewajiban domestik. Kedua, sikap budaya yang berlaku terhadap peran perempuan dalam masyarakat. Yang kedua ini dapat berbeda antara budaya satu dengan budaya lainnya, tutur kepala departemen di Manipal Law School itu.

Berbagai Persoalan

Tidak hanya itu, perempuan masih harus bergulat dengan berbagai persoalan lain seperti kurangnya dukungan dari keluarga, kurangnya kepercayaan diri, dan rendahnya literasi. Bahkan, ironisnya para perempuan juga masih harus bejibaku dengan persoalan terkait diskriminasi dan kekerasan seksual.

Banyaknya persoalan yang masih harus dihadapi perempuan, Prof Daisy menyarankan beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan partisipasi politik perempuan. Salah satunya adalah pemberian pendampingan pada kader politik perempuan.

Program mentoring dan pelatihan politik dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan politik, tutur Prof Daisy. Pelatihan secara berkelanjutan dan konsisten juga dapat dilakukan sehingga dapat menjaring pemimpin perempuan lokal yang memiliki dampak terhadap komunitasnya.

Di samping itu, Prof Daisy juga mendorong agar para pihak terkait dapat meningkatkan angka partisipasi perempuan dalam bidang politik. Salah satunya, ia menyarankan pemerintah untuk mempromosikan partisipasi politik perempuan melalui pelatihan dan juga seminar-seminar.

Prof Daisy menilai, sistem representasi yang proporsional dalam pemilihan memberi dampak yang signifikan terhadap peran perempuan dalam politik. Sistem ini menonjolkan partisipasi perempuan yang lebih besar dari pada sistem mayoritas plural, tegasnya.

Terakhir, yang tidak kalah penting menurut Prof Daisy adalah menegakkan sistem kuota dalam pemilihan umum. Kuota dapat mempromosikan critical mass perempuan ke dalam politik. Ini sangat penting bahwa perempuan tidak hanya berpartisipasi dalam proses politik, tetapi juga terlibat dalam pembuatan keputusan secara kritis, pungkasnya. (*)

Penulis: Agnes Ikandani

Editor: Binti Q. Masruroh

AKSES CEPAT