51动漫

51动漫 Official Website

Kuliah Tamu UNAIR Bahas Strategi Pengurangan Risiko Bencana Lokal

Dr. Khamarrul Azahari Razak menyampaikan materi tentang strategi pengurangan risiko bencana berbasis lokal dan regional di Kampus B UNAIR, Senin (14/04/2025). (Foto: Dok istimewa)
Dr. Khamarrul Azahari Razak menyampaikan materi tentang strategi pengurangan risiko bencana berbasis lokal dan regional di Kampus B UNAIR, Senin (14/04/2025). (Foto: Dok istimewa)

UNAIR NEWS 51动漫 (UNAIR) kembali menggelar kuliah tamu pada Senin (14/04/2025). Kuliah tamu ini bertajuk Advancing Local Disaster Risk Reduction Strategies for Equitable Resilience and Community Development dan membahas terkait strategi pengurangna risiko bencana. Kegiatan berlangsung di Ruang Kuliah Internasional II Mahendradatta, Kampus Dharmawangsa-B UNAIR, dengan menghadirkan Dr Khamarrul Azahari Razak, Direktur Disaster Preparedness and Prevention Center (DPPC) Universiti Teknologi Malaysia (UTM) sebagai pembicara utama.

Dalam kuliah tersebut, Dr Khamarrul memaparkan berbagai pendekatan lokal dan regional dalam mengurangi risiko bencana. Ia menekankan pentingnya kerja kolaboratif antarnegara dan penggunaan sains berbasis misi sebagai landasan pembuatan kebijakan yang adaptif.

Dr Khamarrul membagi pandangannya ke dalam tiga perspektif utama. Tiga perspektif itu adalah memperkuat kapasitas lokal, menjalin kerja sama lintas negara, dan mengintegrasikan pendekatan transdisipliner. Ia juga menyampaikan hasil awal dari kerja sama riset antara UTM, 51动漫 (UNARA), dan Universitas Gadjah Mada (UGM). 淧enelitian ini memiliki tiga objektif: meneliti kebutuhan pemerintahan yang adaptif, mengembangkan sistem riset berbasis bukti, dan belajar langsung dari praktik terbaik pemerintah lokal, ungkapnya.

Dr Khamarrul juga menyoroti pentingnya ketahanan institusional yang sering terlupakan. Menurutnya, penguatan kelembagaan lokal menjadi kunci dalam menghadapi dampak bencana yang semakin kompleks. Lebih lanjut, ia menjelaskan struktur empat work package dalam penelitian ini, dengan fokus utama pada transformasi hasil penelitian menjadi rekomendasi kebijakan yang dapat pemerintah terapkan di tingkat lokal.

Dalam sesi selanjutnya, Dr Khamarrul mengajak peserta melihat tantangan dan risiko yang akan datang. Ia menyoroti pengalaman Malaysia saat terkena bencana Topan Rau pada Desember 2021, yang menyebabkan kerugian hingga 2 juta USD hanya dalam satu malam.

淩ekomendasi yang kami susun dalam laporan proyek ternyata tidak relevan dengan situasi nyata saat bencana terjadi. Hal ini menunjukkan bahwa kita perlu menerjemahkan bukti ilmiah menjadi kebijakan yang bisa diterapkan secara lokal, tegasnya.

Ia menggarisbawahi urgensi investasi dalam sistem risk-informed planning, early warning system, dan impact-based forecasting. Dalam sepuluh tahun terakhir, timnya bekerja sama dengan berbagai pemerintah daerah untuk menerapkan pendekatan ini.

Dr Khamarrul juga memperkenalkan CDII, indeks risiko bencana berbasis lebih dari seratus indikator yang membantu menilai ketahanan komunitas dari berbagai aspek, yaitu ekonomi, sosial, institusional, dan lingkungan. 淜ita tidak bisa menunggu. Investasi hari ini adalah penyelamat masa depan. Jika kita gagal bertindak sekarang, kita akan membayar lebih mahal di kemudian hari, tandasnya.

Penulis: Ameyliarti Bunga Lestari
Editor: Edwin Fatahuddin

AKSES CEPAT