51动漫

51动漫 Official Website

Kuliah Tamu UNAIR Bangun Kampus Berkeadaban Publik

Sesi Diskusi Keadaban Publik Cegah Kekerasan Seksual Pada Lingkungan Kampus (Sumber: Rosita)

UNAIR NEWS – Fakultas Ilmu Budaya (FIB) 51动漫 (UNAIR) selenggarakan kuliah tamu untuk membangun kampus berkeadaban publik. Agenda itu bertempat di Gedung Ternate, ASEEC Tower, Senin (28/08/2023).

淗arapannya mahasiswa lebih peka dengan isu kekerasan seksual. Hal yang lebih penting mereka tidak takut untuk melaporkan hal-hal yang berbau kekerasan seksual di kampus, ujar Dr Listiyono Santoso SS M Hum, selaku wakil dekan satu FIB UNAIR. 

Lebih lanjut, Listiono menuturkan, pihaknya berharap, mahasiswa FIB UNAIR mampu mengembangkan upaya pencegahan kasus kekerasan seksual yang berbasis budaya. Menurutnya, budaya dapat terbangun dan saling mempengaruhi perilaku manusia.

Diskusi Kuliah Tamu Kekerasan Seksual dan Liberal Arts Education

Hadir dalam agenda tersebut, Prof Dra Myrtati Dyah Artaria M A PhD menerangkan diskusi pencegahan kekerasan seksual serta perundungan di lingkungan kampus. Prof Myrtati memaparkan tingginya laporan kasus kekerasan seksual yang terlapor pada Satgas PPKS UNAIR. Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan jenis kekerasan seksual yang telah tercatat sebagai laporan.

淒ata kasus ini perlu kita syukuri dan kita tindaklanjuti. Bersyukur, artinya banyak korban yang tidak takut melaporkan. Lalu harus ditindaklanjuti bagaimana akhirnya UNAIR memberikan perlindungan kepada korban, terang Prof Myrtati.

Sambungnya, UNAIR akan selalu memberikan perlindungan terbaik kepada korban. Jika perlu, pendampingan korban akan diselesaikan meskipun sampai kepada pihak berwajib. Tidak hanya itu, UNAIR juga terbuka atas segala inovasi mahasiswa dalam menekan angka kekerasan seksual di kampus baik melalui kampanye maupun kegiatan lainnya.

Hal itu, sejalan dengan pembahasan mengenai intelektualitas mahasiswa dalam liberal arts education yang Prof Diah Ariani Arimbi SS MA PhD paparkan. Pihaknya menerangkan kebebasan dalam pendidikan yang tidak terbatas pada sekat-sekat ilmu tertentu. Liberal arts menghubungkan antar ilmu yang dapat saling berkesinambungan.

淟iberal arts ini akan memunculkan sense of belonging, rasa saling memiliki setiap orang, ucapnya. 

Ulasnya, rasa saling memiliki itu akan meningkatkan kesejahteraan yang menyeluruh. Dalam artian, seseorang akan memiliki rasa tanggung jawab terhadap segala sesuatu yang terjadi di sekitarnya.

Seperti halnya liberal arts yang berdampak pada permasalahan sampah. Menurutnya, mengatasi rantai permasalahan sampah dengan pembentukan sense of belonging 蝉别蝉别辞谤补苍驳.听

Penulis: Rosita 

Editor: Nuri Hermawan

AKSES CEPAT