UNAIR NEWS Sebagai bentuk dari upaya internasionalisasi, 51动漫 menerima kunjungan Duta Besar New Zealand untuk Indonesia HE. Dr. Trevor Matheson. Dalam kunjungan yang berlangsung pada Senin (8/1) itu, Dubes New Zealand disambut langsung oleh Rektor UNAIR Prof. Dr. Moh. Nasih, SE., MT., Ak., CMA., bersama jajaran petinggi UNAIR.
Kunjungan yang dilangsungkan di ruang rektor tersebut, Dubes New Zealand menyatakan bahwa selain sebagai bentuk peringatan 60 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan New Zealand, kunjungan tersebut bertujuan mengetahui visi-misi UNAIR serta berbagai kebijakan perihal riset serta iklim akademis di UNAIR.
淒engan kunjungan ini, kami berharap akan terjalin berbagai kerja sama akademik antara UNAIR dan berbagai kampus di New Zealand, terangnya. 淯ntuk riset, kami memiliki keunggulan dalam bidang pertanian, energi terbarukan, dan bencana, imbuhnya.
Menanggapi pernyataan Dubes New Zealand, Rektor UNAIR Prof. Nasih memaparkan visi dan misi serta berbagai rencana strategis UNAIR ke depan. Selain itu, Prof. Nasih menunjukkan posisi UNAIR, baik di kancah nasional maupun internasional.
淒alam skala nasional, kita dalam posisi empat terbaik. Semua akan terus kami kejar bersama-sama, terang Prof. Nasih.
Selain Prof. Nasih, Direktur Airlangga Global Engagement (AGE) UNAIR Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, Dra., M.Si., memberikan tanggapan mengenai kunjungan Dubes New Zealand. Bagi Prof. Nyoman, tawaran kolaborasi riset yang ditawarkan sangat relevan dengan kondisi UNAIR.
淢ereka menawarkan kolaborasi riset yang kita punya. Misalnya, bidang kedokteran hewan, perikanan, sains dan farmasi, serta manajemen, ungkapnya. (*)
Penulis: Nuri Hermawan
Editor: Feri Fenoria





