UNAIR NEWS – Tertarik dengan bidang mikrobiologi dan industri perminyakan, wisudawan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) 51 ini mengangkat penelitian Biodegradasi oil sludge dengan variasi konsentrasi pencemar dan waktu inkubasi pada Bioslurry reactor. Berbekal judul skripsi itu, Lailatul Mikrozia, akhirnya lulus prodi Ilmu dan Teknologi Lingkungan sebagai wisudawan terbaik S1 dengan IPK 3.63.
Dalam penelitiannya, perempuan yang akrab disapa Mikro ini menjelaskan, di industri perminyakan ada berbagai macam limbah berbahaya, salah satunya adalah limbah oil sludge, sehingga perlu ada penanganan khusus sebelum dibuang ke lingkungan. Salah satu sistem pengolahannya menggunakan konsorsium bakteri yang lebih ramah lingkungan.
Semoga penelitian ini dapat menjadi satu alternatif penggunaan konsorsium bakteri pada pengolahan oil sludge, khususnya bagi industri perminyakan dan lahan perairan yang tercemar minyak, ungkapnya.
Bertemu dengan orang baru saat kuliah serta tuntutan tugas yang sebagian besar menyita waktu, menjadi pengalaman menarik bagi Mikro. Masa-masa itu ia sadari tidak akan terulang kembali setelah masa kuliah berakhir.
Saat penelitian, membutuhkan persiapan bahan yang lumayan menguras tenaga, ngelab dari pagi sampa malam dan bidang mikrobiologi memerlukan perhatian dan kesabaran yang luar biasa. Apalagi pernah waktu itu bakteri yang digunakan terkontaminasi dan itu semua wajib untuk diulang dari awal, tuturnya.
Selanjutnya, ia juga mengatakan tidak ada trik khusus untuk memperoleh pencapaian menjadi wisudawan terbaik. Ia mengaku, hanya mengatur waktu dengan baik, menyimak baik-baik materi yang dosen sampaikan saat kuliah, dan membuat rangkuman jauh-jauh hari sebelum ujian dilaksanakan.
Saya tetap bersyukur kepada Tuhan atas pencapaian ini. Terpenting mengatur waktu dengan baik, lakukan hal sebaik mungkin, terus bermimpi, terus berusaha, dan pantang menyerah, katanya. (*)
Penulis: Disih Sugianti
Editor : Nuri Hermawan.





