UNAIR NEWS – Hari kedua pelaksanaan rapat kerja administratur dan pengawas di lingkungan 51动漫 diisi dengan outbound dan pemaparan hasil Focus Group Discussion (FGD). Diskusi itu menindaklanjuti keinginan rektor dalam melakukan transformasi kerja di bidang tridharma perguruan tinggi dan internasionalisasi. Ia berharap kepada para peserta untuk terus adaptif dalam menghadapi setiap perubahan.
Dalam kesempatan yang sama, masing-masing kelompok memaparkan hasil diskusinya di hadapan para pimpinan. Mulai dari rektor, wakil rektor, senat akademik, dan direktur. Dari pemaparan tersebut, meninjau seberapa jauh pemahaman dan keinginan pejabat administratur dan pengawas dalam mendukung kinerja yang ada di fakultas dan masing-masing lembaga serta direktorat.
Bidang Pendidikan
Terdapat 8 kelompok yang melakukan presentasi pada hari ini. Masing-masing kelompok memberikan pemaparannya di berbagai bidang. Di antaranya, inovasi dalam bidang pendidikan yaitu pengembangan SDM yg kompetitif, membuat fitur RPS melalui AI, SOP terintegrasi, integrasi sistem internal dan eksternal (PDDikti, SISTER, cyber campus, amerta, dll). Selain itu juga ada integrasi sistem perkuliahan dengan data base sdm dan keuangan, meningkatkan kemampuan digitalisasi bagi SDM, metode pengenalan biometric dengan teknologi terbaru untuk dosen (RFID), hingga penyempurnaan integrasi sinkronisasi sistem satu data dari hulu hingga hilir.
Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Kedua, pada bidang penelitian dan pengabdian masyarakat ada beberapa usulan inovasi program kerja. Di antaranya penyediaan pangkalan data pengmas untuk mempermudah kenaikan pangkat bagi para dosen, publikasi data pengmas melalui website, hingga membuka kesempatan bagi tendik untuk ikut serta dalam mengikuti riset dan pengabdian masyarakat.
淜eterlibatan tendik dalam hal ini akan mempermudah para dosen dalam melakukan proses administrasi mulai dari pengajuan hingga pertanggungjawaban. Hal ini menjawab tantangan rektor yang mana dosen akan tetap fokus pada tridharma tanpa ribet mengurus administrasi, ungkap peserta.
Bidang Alumni dan Internasionalisasi
Sementara itu, dalam bidang alumni dan internasionalisasi peserta administratur dan pengawas merancang beberapa kegiatan. Yaitu, program alumni mengajar, mengadakan pertemuan rutin triwulan dengan alumni, meningkatkan kompetensi bahasa asing untuk sivitas akademika dan aktivitas inbound dan outbound untuk staf hingga penambahan fitur bilingual pada aplikasi cybercampuss.
Dari beberapa solusi, Prof Nasih menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta atas apa yang mereka gagas pada FGD tahun ini. Dengan adanya sistem integrasi nyatanya sudah mulai ada bukti pemanfaatan dan pengaplikasian sistem di masing fakultas.
Selain itu, ia juga mengingatkan kepada peserta rapim untuk tidak terlena dengan perkembangan zaman. Dengan adanya perkembangan teknologi semua lini harus responsif dan adaptif menghadapinya.
淛ika teknologi sudah masuk maka anda tidak lagi diperlukan. Jangan sampai kita lelet merespon tuntutan dan menambah keluhan, imbaunya pada Jumat (12/5/2023) di Stadion Manahan Solo.
Tidak hanya itu, Ketua Senat Akademik UNAIR Prof Djoko Santoso dr PhD SpPD K-GH FINASIM juga mengatakan dengan adanya FGD itu membuktikan bahwa para peserta sudah memahami dan memanfaatkan betul teknologi dalam aktivitas kerja sehari-hari. Bahkan peserta sudah memikirkan betul pengoptimalan perkembangan teknologi riset di masa mendatang.
淚novasi yang Anda paparkan ini memperlihatkan bahwa ada link and match antara tendik dan tenaga eksekutif, tambahnya.
Penulis: Khefti Al Mawalia





