UNAIR NEWS – Beberapa waktu lalu, pengurus Prodi Ilmu Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK UNAIR menerima kunjungan tim Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKES). Agenda kedatangan tim tersebut adalah untuk melakukan visitasi.
Acara visitasi berlangsung selama tiga hari, terhitung sejak 5-7 Juli 2017. Tim visitasi melakukan assessment lapangan untuk memastikan apakah borang yang diserahkan oleh pihak Prodi Ilmu Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK UNAIR sudah sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan.
Ketua Program Studi Ilmu Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK UNAIR Dr. Andrianto, SpJP (K) mengungkapkan, dari 25 prodi di FK, Prodi Ilmu Kardiologi dan Kedokteran Vaskular ini yang pertama kali diakreditasi oleh LAM-PTKES.
淜arena dianggap memiliki visi misi yang cukup kuat, maka prodi Kardiologi menjadi prodi yang pertama untuk akreditasi LAM-PTKES. Sementara beberapa prodi lain sedang menyusul, ungkapnya.
Secara struktural, tugas departemen berbeda dengan prodi. Departemen bertugas menaungi pengembangan ilmu sejenis, sementara prodi menyelenggarakan proses pendidikan di bidang keilmuan tertentu.
淯ntuk beberapa tahun terakhir, akreditasi lebih mengacu pada akreditasi program studi, bukan departemen. Jika program studi telah terakreditasi dan mutunya baik, maka otomatis nama fakultas juga ikut baik, tambahnya.
Menurutnya, persiapan menuju assessment terbilang cukup berat. Terlebih lagi, Dr. Andrianto sebagai Ketua Program Studi (KPS) hanya punya waktu 1,5 tahun untuk mempersiapkan segala keperluan akreditasi.
Proses assessment ini melalui beberapa tahap. Pertama, proses diskusi terhadap apa yang ditulis di borang tentang visi misi dan juga dukungan terhadap apa yang sudah dilakukan. Kedua, wawancara terhadap alumni, mahasiswa, dan dosen. Alumni yang datang berasal dari Bojonegoro, Mojokerto, Sidoarjo, dan Surabaya.
淪emua pertanyaan mengarah pada transparansi dan kesesuaian antara apa yang ditulis dalam borang dengan kenyataan di lapangan, ungkapnya.
Selain penilaian mengenai fasilitas pembelajaran di rumah sakit pendidikan RS Dr. Soetomo dan Rumah Sakit 51动漫 (RSUA), tim akreditasi dari LAM-PTKES juga melakukan penilaian terhadap publikasi jurnal, sistem keuangan serta pembukuan, rencana anggaran kegiatan, penilaian terhadap fasilitas IT yang ada seperti IT Support, jaringan di prodi, dan rumah sakit, e-library, dan penilaian yang lain.
淒iharapkan melalui akreditasi ini, kami dapat menjaga mutu dan standar yang ada, serta disiplin mendokumentasikan apapun yang sudah kita kerjakan. Hal ini harus menjadi budaya sehingga ke depannya dengan kepatuhan pada standar-standar yang ada, mutu kita dapat terjaga dari segala aspek, mulai dari mahasiswa, dosen, sarana prasarana, hingga sistem keuangan, ungkapnya.
LAM-PTKES
Seperti diamanatkan Undang-undang, LAM-PTKES adalah lembaga akreditasi eksternal untuk perguruan tinggi kesehatan yang berwenang untuk mengakreditasi lembaga institusi pendidikan. Ini merupakan suatu legalitas penyelenggaraan dari suatu institusi.
Dalam penyelenggaraan akreditasi, LAM-PTKES memiliki sejumlah kode etik atau prosedur tertentu. Antara lain saat pembimbingan tidak diperkenankan bertemu dengan fasilitator, sehingga proses bimbingan dilakukan dalam jaringan (online).
Selanjutnya, institusi terkait diberi kesempatan untuk memperbaiki dan menyempurnakan borang dalam kurun waktu 90 hari kerja. Setelah borang dianggap layak, selanjutnya tim asesor akan terjun ke lapangan untuk mendokumentasikan seluruh data yang dilaporkan dengan kenyataannya di lapangan.
Demikian pula ketika assessment lapangan dilakukan. Mereka memiliki kode etik yang spesifik yaitu tidak memiliki konflik kepentingan dengan institusi terkait.
淭ermasuk diantaranya tim asesor bukan merupakan alumnus dari institusi yang akan di-assessment. Untuk itu mengapa Audit LAM-PTKES terkesan lebih ketat dari pada audit internal lainnya. Namun hasilnya lebih bisa dipercaya dari audit-audit eksternal lainnya, ungkapnya.
Kepatuhan yang dibentuk melalui akreditasi ini sebenarnya menguntungkan prodi itu sendiri. Dimana inovasi yang dikembangkan dari laporan-laporan yang disetorkan pada pihak asesor akan mempermudah akreditasi di tahun-tahun berikutnya.
淧rodi Kardiologi sudah membuat aplikasi untuk mengelompokkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan, sehingga dapat mempermudah dalam menyusun dokumen-dokumen yang diperlukan untuk keperluan akreditasi, jelasnya.
Selain audit eksternal, Prodi Ilmu Kardiologi dan Kedokteran Vaskular juga menjalani audit internal oleh Airlangga Integrated Management System (AIMS). Audit internal ini dilakukan setiap tahun dengan cara memasukkan data-data sesuai dengan standar yang ditentukan secara online. Selanjutnya, data tersebut akan diverifikasi oleh Badan Penjaminan Mutu (BPM) UNAIR. Kemudian, dilakukan langkah assessment ke prodi yang telah diverifikasi.
淒ilihat dari proses assessment dan pengamatan dari dokumen-dokumen yang sudah dipresentasikan, tim asesor LAM-PTKES mengatakan bahwa semuanya sudah baik dan dilihat dari komentar-komentarnya juga insya Allah mendapatkan akreditasi A. Semoga saja, tuturnya.
Penulis : Sefya Hayu
Editor : Binti Q. Masruroh





