UNAIR NEWS – Salah satu program Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) diperuntukkan untuk meningkatkan cakupan imunisasi rutin yang menurun akibat pandemi Covid-19. Karena itu, Gerakan Peduli Ibu dan Anak Sehat (GELIAT) 51动漫 dengan kerjasama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur (DINKES Prov JATIM) bersama stakeholder Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) se-Jawa Timur menyelenggarakan agenda Monitoring, Evaluasi, dan Penguatan Kegiatan Sosialisasi Bulan Imunisasi BIAN Tahun 2022 bersama Muslimat NU se-Jawa Timur baik secara daring maupun luring, pada Minggu pagi (07/08/2022).
Mengawali sambutan oleh Ketua Geliat UNAIR Prof Dr Nyoman Anita Damayanti drg MS dan Ketua I Pengurus Wilayah Muslimat NU Jawa Timur Dr Hj Udji Asiyah Msi. Agenda yang dimoderatori Dr dr Wiwik Winarningsih MARS juga mengundang narasumber Gito Hartono SKM M Kes mewakili Dinkes Prov JATIM, Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAIR D Arief Hargono drg, dan Dr Armunanto M PH dari United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF).
Pada materi pertama, Gito Hartono memaparkan capaian BIAN di Jawa Timur membutuhkan bantuan dan kekompakan dari semua pihak, terutama organisasi masyarakat. Kerja sama ini diharapkan membuahkan hasil yang merata, dengan cakupan di atas 95%. Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) juga melatarbelakangi secara nasional.
淒i Jawa Timur masih ada kasus difteri, campak, rubella, pertussis, dimana kasus PD3I sebelumnya cenderung menimbulkan kecacatan hingga kematian. Sehingga, kita diharapkan bekerja maksimal untuk generasi yang akan datang lebih sehat dan terhindar dari PD3I, terang Gito Hartono.
Kemudian, D Arief Hargono menegaskan program imunisasi termasuk program esensial. Meskipun terjadi pandemi, program esensial ini seharusnya tetap berjalan dengan memperhatikan protokol kesehatan.
Dosen FKM UNAIR menyebutkan hasil kolaborasi kerjasama yang telah dilakukan, termasuk buku Strategi Operasional Program Imunisasi, lembaran informasi Panduan Cepat Imunisasi, kemudian terdapat metode Rumah Imunisasi serta metode Human Centered Design (HCD).
淢etode HCS berbentuk diskusi mengenai permasalahan dari sudut pandang masyarakat, maka dari itu peran keterlibatan dari masyarakat sangat dibutuhkan. Jadi mulai dari penentuan masalah sampai solusi semua bersumber dari masyarakat, ujar Arief .
Mengakhiri sesi materi, Dr Armunanto M PH dari UNICEF menjelaskan kegiatan kolaborasi dengan 51动漫, Dinas Provinsi Jawa Timur, dan organisasi masyarakat yang telah membantu imunisasi bagi seluruh anak di Jawa Timur.
Penulis: Balqis Primasari
Editor: Nuri Hermawan





