UNAIR NEWS – Dalam rangka mempersiapkan mahasiswa menghadapi peluang dan jenjang karir di masa depan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) 51动漫 (UNAIR) menyuguhkan Career Talk x DEBM. Kegiatan yang bertema Road to Apprenticeship, Internship, Scholarship, and Employment (RAISE) itu berlangsung pada Sabtu (18/10/2025), di Ruang 207, Lantai 2 Gedung Kuliah Bersama (GKB), Kampus Merr-C, 51动漫 (UNAIR).
Beasiswa sebagai Wadah Pengembangan Diri
Kegiatan itu menghadirkan narasumber inspiratif, Achmad Wahyu Ramadhan, mahasiswa peraih berbagai program beasiswa. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa beasiswa bukan semata persoalan dana yang tersalurkan, melainkan sebagai wadah pengembangan diri.
淧engembangan diri harus dimulai sejak dini. Kita perlu strategi yang jelas untuk kedepannya, mulai dari aktif berorganisasi, berprestasi, dan terus belajar. Karena proses bertumbuh tidak didapatkan secara instan, tetapi membutuhkan waktu dan konsistensi, ujarnya.
Ia menekankan pentingnya mengetahui batas kemampuan diri sendiri dan mengatur waktu dengan baik. 淪ebagai penerima beasiswa, harus mampu menjaga keseimbangan antara kegiatan akademik dan kegiatan non-akademik. Gunakan kesempatan untuk menambah value diri, bukan sekedar memperbanyak relasi tanpa arah, imbuhnya.
Pengaruh Personal Branding dalam Seleksi Beasiswa
Lebih lanjut, Achmad menjelaskan bahwa personal branding dengan value unik menjadi faktor penting dalam proses seleksi beasiswa. 漃ada umumnya, penyelenggara lebih tertarik pada mahasiswa yang berkompeten, seperti aktif berorganisasi, berprestasi, dan memiliki kontribusi nyata, terlebih jika telah memiliki personal branding yang kuat, jelasnya.
Selain itu, kemampuan menulis juga menjadi hal krusial. Dalam menulis esai, ide harus kuat dan menonjol. Sedangkan dalam menulis motivation letter, perlu menjabarkan motivasi, nilai hidup, rencana kontribusi. 淏uatlah tulisan dengan gaya bercerita, bukan daftar atau poin-poin prestasi. Tunjukkan bahwa kamu punya growth mindset, bukan fixed mindset, tegasnya.
Bersikap Tenang dalam Wawancara
Selanjutnya, Achmad menekankan pentingnya melatih diri sebelum wawancara agar lebih percaya diri. Menurutnya, kesalahan fatal yang sering terjadi adalah tidak membaca panduan dengan teliti, tidak memahami visi lembaga pemberi beasiswa, dan kurang menunjukkan rencana kontribusi setelah diterima.
淔okuslah pada satu hal, yakni sikap tenang. Kuasai motivation letter dan gunakan teknik STAR (Situation, Task, Action, Result), ungkapnya.
Ia mengimbau agar mahasiswa bisa mencari informasi beasiswa independen yang terpercaya. 淛angan mudah percaya pada beasiswa dengan persyaratan terlalu rumit. Jadilah proaktif dan terus bertumbuh. Dan jangan menunggu sempurna untuk mencoba, kesiapan tumbuh dari keberanian pertama, pungkasnya.
Penulis: Bethari Sri Indrajayanti
Editor: Khefti Al Mawalia





