51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Layanan Telehealth bagi Ibu Hamil dengan Berat Badan Lebih: Perlukah?

Data epidemiologi dunia menunjukkan bahwa prevalensi obesitas pada usia dewasa semakin meningkat. Secara global, tercatat lebih dari 1 miliar orang dewasa mengalami kelebihan berat badan. Di Indonesia, data Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa 13,6 penduduk berusia >18 tahun mengalami kelebihan berat badan, 21,8% mengalami obesitas, dan 31% menderita obesitas sentral (apabila lingkar pinggang laki-laki  90cm dan perempuan lebih  80cm). Yang membahayakan, prevalensi kelebihan berat badan dan obesitas selama kehamilan juga meningkat. Tentu saja hal ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah dan tenaga kesehatan.

Kelebihan berat badan dan obesitas berdampak buruk pada kehamilan. Ibu hamil terklasifikasi mengalami kelebihan berat badan atau obesitas berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) sebelum kehamilan tercatat memiliki peluang lebih tinggi untuk mengalami Pertambahan Berat Badan Gestasional yang berlebihan. Terlebih jika mereka mengikuti pola makan yang tidak sehat selama tahap akhir kehamilan. Pertambahan Berat Badan Gestasional yang berlebihan sangat beresiko bagi ibu hamil, karena berkontribusi terhadap berbagai komplikasi kehamilan, persalinan, bahkan pasca persalinan. Termasuk di antaranya preeklamsia, diabetes gestasional, persalinan sesar, dan makrosomia, serta retensi berat badan pascapersalinan.

Temuan penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa intervensi berbasis teknologi dewasa ini telah menunjukkan efektifitasnya untuk mengatasi permasalah serupa pada agregat yang berbeda, terlebih jika dibandingkan dengan metode konvensional (tatap muka). Intervensi ini juga lebih menjanjikan efisiensi dari segi biaya, popularitas yang lebih baik, dan engagement yang lebih tinggi dari agregat sasaran.

Review pada penelitian yang dipublikasikan selama 10 tahun terakhir dilakukan untuk menganalisis efektivitas telehealth dalam memandu Pertambahan Berat Badan Gestasional yang sehat pada ibu hamil dengan kelebihan berat badan dan obesitas, serta untuk mengetahui fitur mana yang perlu ada. Hasilnya memang konsisten dengan temuan penelitian sebelumnya di mana intervensi digital yang kompleks terbukti efektif membantu mencapai tujuan Pertambahan Berat Badan Gestasional yang ideal dan meningkatkan aktivitas fisik pada ibu hamil dengan kelebihan berat badan dan obesitas. Fitur utama telehealth yang sangat mendukung dan efektif adalah informasi terkait dengan pola makan dan aktivitas fisik. Oleh karena itu, mempromosikan pola makan sehat dan aktivitas fisik melalui telehealth
sangatlah penting. Dengan mengintegrasikan komponen-komponen tersebut ke dalam fitur telehealth, intervensi dapat secara efektif mendukung ibu hamil dalam mencapai Pertambahan Berat Badan Gestasional yang lebih sehat dan menurunkan risiko komplikasi yang terkait dengan berat badan berlebih. Selanjutnya yang menjadi catatan penting adalah analisis terkait hambatan-hambatan yang dialami ibu hamil dalam mengakses telehealth.

AKSES CEPAT