51动漫

51动漫 Official Website

Lestarikan Budaya Lisan dengan Terjun Langsung ke Lapangan

Dr Mochtar Lutfi SS MHum memberikan sambutannya ketika upacara pembukaan Folklor 2024 (Foto: Istimewa)
Dr Mochtar Lutfi SS MHum memberikan sambutannya ketika upacara pembukaan Folklor 2024 (Foto: Istimewa)

UNAIR  NEWS – Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia (BASASINDO)51动漫 (UNAIR) melaksanakan Praktik Kuliah Lapangan (PKL). Kegiatan tersebut  terlaksana di Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar pada Jumat (24/5/2024) sampai Sabtu (25/5/2024).

Kegiatan dengan tema 淢enyambung Generasi tersebut dihadiri oleh Kepala Prodi BASASINDO, Dr Mochtar Lutfi SS MHum. Dr Luthfi mengatakan, tidak ada sebuah bangsa yang lahir tiba-tiba ada. Pasti memiliki kesinambungan antara masa lalu dan masa sekarang. 淢aka ada proses namanya transmisi, proses penurunan daya dari generasi ke generasi. Ada dua teknik penurunan budaya, yaitu teks tulis melalui naskah dan tradisi lisan melalui folklor, jelasnya.

Ia juga menerangkan bahwa folklor merupakan upaya generasi dulu untuk melestarikan budaya yang mereka ciptakan dulu. 淛adi, folklor adalah salah satu bagian dari proses penurunan dan pewarisan budaya dari generasi ke generasi melalui tradisi lisan. Kemudian ada proses penyambungan ada proses alih generasi, tuturnya.

Dalam pemaparannya, Luthfi menyebutkan penerapan kegiatan folklor harus terjun ke lapangan sebagai upaya menggali budaya secara langsung. Hal tersebut selaras dengan karakter keilmuan folklor. 淢emang karakter keilmuan folklor itu harus ke lapangan, melihat dari banyaknya tradisi lisan yang harus didokumentasikan sebagai bentuk upaya menurunkan suatu budaya dengan bukti, ujarnya. 

Tradisi lisan ini, lanjut Dr Luthfi, sangat rentan hilang dari ingatan dan sangat bergantung pada penerimanya. Sehingga, perlu dilakukan pendokumentasian. 淜alau kita punya dokumentasi, maka nanti kita punya rujukan. Maka, dokumentasi itu jadi referensi bacaan yang betul seperti apa. Nantinya akan jadi standar proses penurunan kepada generasi berikutnya, tuturnya. 

Senada dengan pernyataannya, ia menyampaikan harapannya kepada mahasiswa khususnya  Departemen BASASINDO, agar mengerti pentingnya transmisi atau pewarisan budaya. 

淭ernyata tidak mudah budaya bisa bertahan sampai hari ini. Ada proses yang memengaruhi, ada proses teknologi masuk. Jadi, ketika budaya itu bisa masuk ke ranah teknologi maka akan terus bertahan, ungkapnya. 

Pada akhir, ia menegaskan bahwa tidak ada sebuah budaya, masyarakat, maupun bangsa yang berangkat dari sesuatu yang kosong. Selalu ada nilai-nilai masa lalu yang lestari hingga hari ini. 淛adi bagaimana kita bisa memberikan nilai baik buruk atau melangkah kehidupan lebih cepat ketika kita tidak sadar ada budaya sebagai kearifan masa lalu, tutupnya. 

Penulis: Mohammad Adif Albarado

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT