51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Lewat “Halalbihalal Bersama Alam”, BEM FISIP Tanam Ribuan Pohon di Gunung Penanggungan

BEM FISIP UNAIR bersama Yayasan Sekawan Bumi Lestari usai melaksanakan penanaman ribuan bibit pohon di Gunung Penanggungan (Foto: Dok. BEM FISIP UNAIR)

UNAIR NEWS “ Kementerian Sosial dan Lingkungan (Sosling) BEM 51¶¯Âþ (UNAIR) kembali membuktikan wujud nyata pengabdian masyarakat. Berkolaborasi dengan Yayasan Sekawan Bumi Lestari, mereka sukses menggelar “Halalbihalal Bersama Alam: Gerakan Penanaman 5000 Pohon” di jalur pendakian Gunung Penanggungan pada Minggu (29/3/2026). Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarat akan makna pelestarian alam bagi kelangsungan ekosistem di kawasan tersebut.

Langkah ini membuktikan mahasiswa UNAIR proaktif membawa solusi bagi masyarakat, sejalan dengan nilai Excellence with Morality. Menteri Sosling BEM FISIP UNAIR, Syahirun Amin, mengungkapkan bahwa kolaborasi ini lahir dari visi social impact mahasiswa. “Inti gagasan awal dari tercetusnya program tersebut adalah keselarasan visi untuk kebermanfaatan sosial dan lingkungan,” ujar Syahirun.

Potret antusiasme peserta “Halal Bihalal Bersama Alam” saat menanam bibit pohon di kawasan Gunung Penanggungan (Foto: Istimewa)

Gunung Penanggungan dipilih karena perannya yang sangat strategis sebagai sumber mata air krusial bagi kehidupan warga sekitar. œAksi pelestarian alam ini sekaligus menjadi wujud komitmen nyata civitas academica UNAIR dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Gunung Penanggungan juga diketahui memiliki beberapa sumber air yang perlu dijaga demi keberlangsungan kehidupan,” tambahnya.

Lebih lanjut, harapannya upaya pelestarian di kawasan padat penduduk ini mampu mencegah bencana alam sekaligus meningkatkan pariwisata lokal. Mahasiswa juga didorong untuk terus menyerap ilmu pelestarian lingkungan di lapangan agar kelak bisa diterapkan di masyarakat. “Harapannya BEM FISIP UNAIR dapat menyerap ilmu penting terkait pelestarian lingkungan untuk diterapkan secara nyata,” jelasnya.

Menjalankan acara di medan pegunungan menjadi tantangan tersendiri. Penanggung Jawab Lapangan, Selomita Lucya Salsabila, menjelaskan timnya harus sigap mengawal distribusi 10 hingga 15 bibit per peserta di titik-titik pendakian curam. “Tantangan fisik dan mental cukup terasa karena ini pertama kalinya kami turun langsung di medan pendakian,” ungkap mahasiswi Administrasi Publik tersebut.

Usai penanaman, peserta melakukan tracking menuju Air Terjun Watu Lumbang, menyadarkan mereka bahwa kepedulian lingkungan butuh keterlibatan langsung. Selomita mengajak generasi muda untuk membuktikan kelasnya lewat aksi riil pelestarian bumi, bukan sekadar konten viral. “Jadi jangan berhenti di posting, tetapi mulai to take action and start planting,” tegasnya.

Penulis: Muhammad Yasir D.

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT