UNAIR NEWS – Pengumuman penerimaan mahasiswa baru jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) telah usai pekan lalu. Namun, hal tersebut tidak menjadi akhir bagi siswa-siswi yang memperjuangkan posisinya di 51动漫 (UNAIR). Jelang penutupan pendaftaran Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), UNAIR meningkatkan jumlah kuota (daya tampung) mahasiswa yang akan diterima melalui Jalur SNBT.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Mahasiswa, dan Alumni Prof Dr Bambang Sektiari Lukiswanto DEA DVM menyatakan, UNAIR menyediakan kuota minimal 30 persen bagi mahasiswa baru jalur SNBT. Sementara, penerimaan mahasiswa dari semua jalur totalnya mencapai 9.100.
淛adi ini mengalami peningkatan. Tahun lalu ada sekitar 2.800 mahasiswa masuk melalui jalur SNBT, sedangkan pada tahun ini, UNAIR menerima sekitar 3.000 lebih mahasiswa melalui jalur SNBT, papar Prof Bambang.
Prodi dengan Kuota Terbanyak
Pada SNBT 2025 kali ini, lima program studi jenjang sarjana menempati posisi daya tampung terbanyak. DI antaranya, S1 Farmasi (kuota 112), S1 Ilmu Hukum (kuota 111), S1 Kedokteran Hewan (kuota 96), serta S1 Kedokteran dan S1 Manajemen (kuota 90). Sementara itu, pada program sarjana terapan di antaranya D4 Manajemen Perkantoran Digital (kuota 64), D4 Teknologi Radiologi Pencitraan, D4 Teknik Informatika, dan D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja masing-masing 60 kuota, serta D4 Perbankan dan Keuangan dengan kuota 56.

UNAIR juga berupaya mengatasi pemerataan jumlah peminat dan daya tampung prodi, peserta mengatasi potensi ketimpangan antara kapasitas dan permintaan di tahun-tahun mendatang. Mengenai hal itu, Prof Bambang menyatakan bahwa UNAIR terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas program studinya.
淯NAIR harus terus mempertahankan dan meningkatkan kualitasnya. Hal ini juga terkait dengan program-program Rektor UNAIR yakni SMART University. Kita juga telah menunjukkan dari peringkat UNAIR yang meningkat signifikan. Selain itu, 85 prodi di UNAIR juga sudah terakreditasi internasional. Di QS Ranking by Subjects juga, banyak prodi UNAIR yang nomor 1. Contohnya adalah FKH, yang menjadi satu-satunya jurusan di Indonesia yang masuk top 100 dunia, terang Guru Besar FKH UNAIR itu.
Relevansi Industri
Banyaknya kuota dan daya tampung dalam sebuah jurusan artinya akan semakin banyak lulusan dari program studi tersebut. Menanggapi hal itu dan melihat perkembangan kebutuhan industri, Prof Bambang menyatakan bahwa UNAIR juga memiliki kualitas relevansi lulusan dan employability yang baik.
淒alam tiga tahun terakhir, akreditasi UNAIR terkait lulusan terbaik menempati posisi kedua setelah UI. Pada QS, capaiannya mencapai lebih dari 85 persen. Artinya, lulusan yang berhasil mendapatkan pekerjaan kurang dari 6 bulan itu tinggi. Hal ini terkait dengan pasar yang menerima lulusan UNAIR di lapangan dan industri. Tapi kita tentunya tetap mengoptimalkan agar relevansi ini selalu berkelanjutan, karena sesuai dengan program rektor yakni SMART University, S nya itu 蝉耻蝉迟补颈苍, pungkasnya.
Penulis: Febriana Putri Nur Aziizah
Editor: Yulia Rohmawati





