51动漫

51动漫 Official Website

Lingkungan Perairan Muara Bengawan Solo, Gresik, Jawa Timur sebagai Basis Pengembangan Perikanan

Foto by Medcom id

Kabupaten Gresik sebagai salah satu wilayah di Propinsi Jawa Timur, memiliki  muara Sungai Bengawan Solo yang terletak di Kecamatan Ujung Pangkah. Muara ini (awalnya) berasal dari kanal yang dibangun pada masa penjajahan Belanda, sebagai bentuk modifikasi arah aliran muara sungai Bengawan Solo yang awalnya mengarah ke timur sepanjang 15 km. Perairan pesisir Ujung Pangkah tergolong salah satu kawasan yang cukup subur dan menjadi daerah penangkapan ikan bagi para nelayan, baik yang berasal dari Gresik maupun sekitarnya. Kondisi kesuburan ini dimungkinkan karena adanya aliran sungai dari Bengawan Solo yang bermuara di kawasan tersebut. Sebagai kawasan pesisir, pantai Ujungpangkah secara umum terdiri dari kawasan budidaya perairan (17.835,02 Ha untuk tambak) dan 80% masyarakat Ujung Pangkah bergantung pada perairan  untuk aksesibilitasnya.  Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi lingkungan perairan muara sungai Bengawan Solo dan sekitarnya. Penelitian ini  melibatkan staf dan mahasiswa  dari fakultas  perikanan dan kelautan universitas Airlangga dan  Institute Pertanian Bogor dari  bulan Januari hingga Oktober  2022

Berdasarkan  hasil  pengukuran  nilai masing-masing parameter lingkungan perairan, mulai dari suhu, kecerahan, kekeruhan, pH, salinitas, DO, nitrit, nitrat, amoniak dan fosfat, kondisi perairan muara dan laut Ujung Pangkah cukup baik dan sesuai dengan kebutuhan hidup biota. Namun berdasarkan nilai indeks pencemaran dapat dinyatakan bahwa perairan muara Sungai Bengawan Solo termasuk dalam kategori tercemar ringan.

Daerah Muara Bengawan Solo memiliki salinitas air yang berfluktuasi antara 0-10 promil  sehingga sangat cocok untuk budidaya ikan air payau, seperti  ikan bandeng. (chanos chanos). Budidaya ikan bandeng saat ini dilakukan secara tradisional atau semi intensif dengan menggunakan pakan buatan. Kondisi  lingkungan yang berfluktuasi selama  periode satu tahun maka   pola  budidaya  yang cocok adalah sistem tumpeng sari  ikan dan mangrove. Sistem budidaya ini ramah lingkungan dan dapat menetralkan kondisi kualitas air yang fluktuatif (salinitas, kekeruhan) kualitasnya di muara sungai Bengawan Solo.

Penulis: Dr. A. Shofy Mubarak, S.Pi., M.Si.

Sumber  naskah:

IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, Volume 1147, International Conference on Sustainable Fisheries and Marine 2022 (INFISMA-2022) 05/08/2022 – 07/08/2022 Tegal, Indonesia

AKSES CEPAT