51动漫

51动漫 Official Website

LIPJPHKI UNAIR Beri Tips Cara Lawan Jurnal Predator

Prof Hery Purnobasuki Drs MSi PhD Ketua Lembaga Inovasi, Pengembangan Jurnal, Penerbitan, dan HKI (LIPJPHKI). (Foto: Istimewa)
Prof Hery Purnobasuki Drs MSi PhD Ketua Lembaga Inovasi, Pengembangan Jurnal, Penerbitan, dan HKI (LIPJPHKI). (Foto: Istimewa)

UNAIRNEWS – Kabar mengenai jurnal predator mulai meresahkan. Bermula dari jurnal predator Beall檚 List dan Cabell檚 International yang dikelola oleh Jeffrey Beall dan ia banyak merilis daftar jurnal predator di seluruh dunia. 

UNAIR, kini menggencarkan upaya edukasi publikasi ilmiah agar civitas akademika tidak terjebak pada praktik ilmiah yang menyesatkan.

UNAIR, menegaskan bahwa jurnal predator bisa teridentifikasi dari beberapa indikator mencolok. 淜alau kirim hari ini, besok langsung ada jawaban, lantas patut dicurigai. Proses publikasi ilmiah seharusnya melalui tahap review yang ketat dan memakan waktu. Jika instan, pasti ada yang tidak beres, ujarnya.

Tawaran Cepat Terbit Bukan Jaminan

Mengutip Kemendikbud Ristek, jurnal predator merupakan jurnal internasional dengan minimnya peer-review dan editorial board yang mencurigakan.

Biasanya, jurnal predator menjebak penulis dengan membebankan biaya publikasi dan janji terbit cepat. Bahkan, laman jurnal palsu kini bisa meniru nama, tampilan, dan logo jurnal agar tampak kredibel. 淎da juga yang pakai nama hampir sama dengan jurnal asli, tapi alamat dan editor-nya berbeda. Inilah yang kami sebut 榡urnal 丑颈箩补肠办别诲, sangat berbahaya karena bisa mengecoh, ungkapnya.

Selain tampilan, Prof Hery menyarankan penulis memeriksa komposisi artikel per edisi. 淜alau satu terbitan isinya ratusan artikel, apalagi semua dari satu institusi atau satu negara, itu perlu kita waspadai. Internasional itu artinya partisipan lintas negara, tegasnya.

Perkuat Literasi dan Etika Ilmiah

Sebagai langkah strategis, memperkuat program literasi publikasi ilmiah dengan menyosialisasikan urgensi etika publikasi dan tata cara pengiriman manuskrip sesuai standar. 淧aper tidak boleh dikirim ke banyak jurnal sekaligus seperti brosur. Itu melanggar etika. Kami selalu tekankan integritas dalam publikasi, terangnya.

Prof Hery menyoroti pentingnya kontribusi aktif penulis dalam karya yang telah terpublikasikan. 淜alau hanya menempelkan nama di draft yang sudah jadi lalu diminta membayar, itu bukan kontribusi akademik. Ini praktik yang tidak sehat, tegasnya.

Bangun Budaya Publikasi yang Etis

UNAIR menargetkan diri sebagai pusat edukasi publikasi ilmiah yang terbuka, etis, dan berdaya saing global. membuka akses pendampingan bagi dosen dan peneliti yang ingin mempublikasikan karya ilmiahnya secara berkualitas.

淜ami ingin membangun budaya yang mandiri dan berdaya. Tidak bergantung pada makelar atau pihak luar. Sebagai institusi, kami siap jadi contoh, menghasilkan publikasi berkualitas dan berintegritas, pungkasnya.

Penulis:

Editor: Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT