51动漫

51动漫 Official Website

Liposarkoma: Tumor Ganas yang Berasal dari Sel Lemak

Ilustrasi tumor (sumber: tempo co)

Liposarkoma adalah jenis kanker yang berkembang di jaringan sel lemak tubuh. Tumor ini merupakan salah satu jenis sarkoma jaringan lunak, yaitu kanker yang muncul di jaringan ikat atau pendukung, seperti lemak, otot, pembuluh darah, saraf, tendon, dan lapisan jaringan di sekitar sendi. Liposarkoma terdiri dari sel-sel lemak yang mengalami transformasi ganas,yang secara mikroskopis dibagi menjadi beberapa subtype, yakni 1) Well-differentiated Liposarkoma: subtipe liposarkoma yang paling umum dan cenderung tumbuh lambat. 2) Myxoid Liposarkoma: subtipe liposarkoma dengan campuran sel-sel berbeda yang memiliki penampilan miksoid (seperti lendir). 3) Round Cell Liposarkoma: subtype ini lebih agresif dibandingkan dengan subtype miksoid. 4) Pleomorphic Liposarkoma: subtipe liposarkoma yang paling langka dan agresif. 5) Dedifferentiated Liposarkoma: subtype ini muncul dari liposarkoma well-differentiated yang menjadi lebih agresif.

Liposarkoma dapat muncul di berbagai bagian tubuh, tetapi paling sering ditemukan di: rongga perut (retroperitoneum), kaki dan lengan (ekstremitas), area belakang perut. Diagnosis liposarkoma biasanya melibatkan beberapa langkah, yakni 1) Pemeriksaan fisik: untuk mendeteksi adanya benjolan atau pembengkakan. 2) Pemeriksaan radiologi seperti CT scan, MRI, atau USG untuk menentukan lokasi, ukuran, dan karakteristik tumor. 3) Biopsi tumor yakni pengambilan sampel jaringan tumor untuk diperiksa di bawah mikroskop guna memastikan diagnosis.

Liposarkoma perlu dibedakan dari lipoma. Keduanya merupakan tumor yang berasal dari sel lemak sehingga penampakannya dapat menjadi serupa, akan tetapi lipoma merupakan tumor jinak sedangkan liposarkoma adalah tumor ganas, sehingga penting untuk membedakan keduanya. Berikut adalah beberapa cara untuk membedakan keduanya:

Pemeriksaan klinis: Lipoma biasanya lebih lunak, bergerak saat ditekan, dan tumbuh sangat lambat. Mereka sering tidak menimbulkan rasa sakit sedangkan Liposarkoma: dapat lebih keras dan mungkin kurang bergerak dibandingkan lipoma. Liposarkoma juga dapat tumbuh lebih cepat dan lebih besar daripada lipoma. Mereka mungkin menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan, terutama jika menekan saraf atau organ di sekitarnya. Lipoma: umumnya berukuran kecil (berdiameter kurang dari 5 cm) dan sering ditemukan di area tubuh yang berlemak seperti leher, bahu, punggung, dan lengan sedangkan Liposarkoma cenderung lebih besar dan dapat ditemukan di tempat yang lebih dalam, seperti rongga perut (retroperitoneum), tungkai, atau lengan.

Pemeriksaan histopatologi / Pemeriksaan mikroskopis pada jaringan biopsi atau jaringan operasi:  Lipoma pada pemeriksaan mikroskopis, lipoma terdiri dari sel-sel lemak matur dan memiliki struktur yang seragam dengan batas yang jelas sedangkan Liposarkoma: menunjukkan variasi dalam ukuran dan bentuk sel lemak, dengan adanya sel yang tidak normal (atipikal) disertai gambaran sel yang mengalami mitosis. Beberapa subtipe liposarkoma, seperti liposarkoma miksoid atau pleomorfik, memiliki pola histologis yang khas yang dapat membantu dalam diagnosis.

Pemeriksaan histopatologi liposarkoma oleh dokter spesialis patologi anatomi meliputi pemeriksaan mikroskopis dengan pulasan hematoxilin-eosin serta pemeriksaan imunohistokimia dengan menggunakan antibodi yang spesifik untuk mengenali antigen yang terdapat dalam jaringan liposarkoma. 

Fira Soraya dan Willy Sandhika telah melakukan penelitian pada liposarkoma dengan menggunakan teknik pemeriksaan Imunohistokimia untuk membedakan liposarkoma dengan tumor lain yang memiliki gambaran mikroskopis yang serupa dengan liposarkoma.

Pemeriksaan imunohistokimia (IHK) memainkan peran penting dalam diagnosis liposarkoma dengan membantu mengidentifikasi dan mengkarakterisasi jenis tumor berdasarkan ekspresi protein spesifik dalam sel. 

Pemeriksaan IHK pada liposarkoma dapat digunakan untuk:

1) Membedakan subtype liposarkoma: setiap subtipe liposarkoma dapat menunjukkan profil ekspresi protein yang berbeda. Pemeriksaan imunohistokimia membantu mengidentifikasi pola ini untuk membedakan antara subtipe yang berbeda: Well-Differentiated Liposarcoma/Dedifferentiated Liposarcoma: biasanya menunjukkan ekspresi MDM2 dan CDK4. Deteksi protein-protein ini melalui IHK dapat mengkonfirmasi diagnosis. Myxoid/Round Cell Liposarcoma: sering menunjukkan ekspresi protein DDIT3 (CHOP) dan FUS-DDIT3 yang dapat dideteksi dengan IHK.

2) Mendeteksi adanya sel lemak matur yang merupakan karakteristik dari Lipoma: Protein S100 biasanya positif pada sel lemak matur, sehingga dapat digunakan untuk mengidentifikasi komponen lipoblastik dalam liposarkoma. Protein Ki-67 merupakan penanda proliferasi sel yang dapat memberikan informasi tentang tingkat keganasan tumor.

3) Membedakan Liposarkoma dari Tumor Lain: Protein MDM2 dan CDK4: penanda ini biasanya tidak diekspresikan pada lipoma, sehingga positifitasnya mendukung diagnosis liposarkoma. Protein SMA (Smooth Muscle Actin) dan Desmin: dapat digunakan untuk membedakan liposarkoma dari tumor otot polos dan tumor jaringan lunak lainnya. Dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan imunohistokimia adalah alat diagnostik yang sangat berguna dalam pemeriksaan liposarkoma. Pemeriksaan histopatologi dengan IHK dapat digunakan untuk (1) mengidentifikasi dan membedakan subtipe liposarkoma, (2) melakukan konfirmasi diagnosis liposarkoma, (3) membedakan liposarkoma dari tumor jaringan lunak lainnya.

Oleh: Willy Sandhika

Artikel ilmiah populer ini diambil dari artikel jurnal dengan judul: 淚mmunohistochemistry Assay for Differentiating Liposarcoma and Its Mimickers yang telah dipublikasikan pada: International Journal of Scientific Advances (IJSCIA), Volume 5, Issue 3 bulan May-Jun tahun 2024, halaman 573-578

Link web jurnal:

AKSES CEPAT