51动漫

51动漫 Official Website

Literary Tapestry, Mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris 2022 Suguhkan Konsep Baru

Penampilan kelompok tentang sejarah Bahasa dan Sastra Inggris. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris 2022gelar 淟iterary Tapestry: A Showcase of English Language and Literature”. Acara yang terselenggara pada Kamis (21/12/2023) di itu berbentuk pameran dan penampilan dari masing-masing kelompok tentang sejarah Bahasa dan Sastra Inggris.

Muhammad Rafly Andhika Putra selaku ketua penyelenggara mengatakan, Literary Tapestry merupakan projek Ujian Akhir Semester (UAS) dari mata kuliah History of English Language dan History of English Literature. Acara tersebut, lanjut Rafly, merupakan kali pertama tergabungnya dua mata kuliah sekaligus.

淪ebenarnya pameran tersebut merupakan proyek yang dikerjakan untuk UAS semester tiga mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris FIB UNAIR. Selain itu, pada tahun ini terdapat sedikit perubahan terkait tergabungnya dua mata kuliah menjadi satu dalam pameran tersebut, tutur Rafly.

Rafly mengatakan, panitia pameran tersebut berisi para komting dari masing-masing mata kuliah. Konsep yang mereka bawa, lanjut Rafly, juga lebih segar untuk merepresentasikan bagaimana sejarah Bahasa dan Sastra Inggris.

淪aya bisa mengatakan bahwa pameran pada tahun ini benar-benar all out. Hal itu dikarenakan, setiap hal yang ada mulai dari booth hingga performance menyuguhkan konsep baru, terang Rafly.

Rafly melanjutkan, 60 persen konsep yang mereka usung dari mereka sendiri. Sedangkan, lanjut Rafly, hal-hal yang fundamental berasal dari arahan dosen.

Rafly menerangkan, acara itu terbuka tidak hanya kepada mahasiswa FIB, tetapi juga terbuka untuk umum. Hal itu, lanjut Rafly, bertujuan untuk memperkenalkan kepada khalayak umum tentang sejarah Bahasa dan Sastra Inggris.

淪ebenarnya tujuan kami mengadakan acara tersebut adalah untuk memperkenalkan kepada khalayak umum terkait sejarah dan jati diri Bahasa dan Sastra Inggris. Hal itu dikarenakan, banyak orang mengira bahasa Inggris hanya bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi secara internasional saja, terang Rafly.

Rafly melanjutkan, dengan menyuguhkan booth dan performance yang menarik, harapannya khalayak umum memiliki pandangan tentang jati diri dan sejarah Bahasa dan Sastra Inggris.

Penulis: Muhammad Rizal Abdul Aziz

Editor: Nuri Hermawan

AKSES CEPAT