Telemedis adalah penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) untuk menyediakan layanan kesehatan dari jarak jauh. Telemedis terbagi menjadi dua konsep utama, yaitu real-time (synchronous) di mana membutuhkan kehadiran dua pihak yang berkomunikasi secara langsung pada saat yang sama dan store-and-forward (asynchronous) memungkinkan pengumpulan data medis untuk dievaluasi oleh dokter secara offline.
Telemedis mulai dikenal di AS pada akhir 1960-an dengan pengenalan sistem telepon sirkuit tertutup untuk konsultasi jarak jauh. Meski awalnya berkembang lambat karena biaya teknologi yang tinggi dan kualitas gambar yang buruk, telemedis kini telah digunakan secara luas. Teleradiology, misalnya, digunakan dalam 70% praktek radiologi di AS.
Perbandingan perkembangan telemedis di beberapa negara menunjukkan bahwa Indonesia masih tertinggal dalam hal ini. Hingga tahun 1999, informatika kesehatan belum dikenal di Indonesia, dan baru pada tahun 2001 telemedis mulai digunakan dengan komunikasi kesehatan antar pulau melalui satelit.
Sebuah survei menunjukkan bahwa banyak penyedia layanan kesehatan merasa tugas rantai pasokan manual berdampak negatif pada perawatan pasien. Dengan memikirkan kembali rantai pasokan untuk bekerja bagi para klinisi, telemedis dapat mengurangi beban kerja klinisi dan memungkinkan mereka lebih banyak berinteraksi langsung dengan pasien.
Telemedis juga diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan akses ke layanan kesehatan, terutama di negara-negara berkembang. Namun, ada beberapa hambatan yang terkait dengan masalah hukum dan etika, termasuk lisensi, akreditasi, standar layanan, kerahasiaan rekam medis pasien, dugaan malpraktik, dan panduan klinis
Healthcare Logistics & Supply Chain Management in Health Industry of Indonesia Based on the telemedicine” yang ditulis oleh Carolina Kuntardjo pada tahun 2020 membahas mengenai telemedis tersebut. Lebih tepatnya Layanan Kesehatan & Manajemen Rantai Pasokan di Industri Kesehatan Indonesia Berdasarkan telemedis. Penulis menjelaskan bahwa meskipun telemedis menawarkan banyak manfaat, ternyata masih terdapat kendala yang perlu diatasi. Kendala tersebut meliputi infrastruktur komunikasi yang belum merata, keamanan data medis, kebutuhan sumber daya manusia yang terampil, serta regulasi yang belum matang. Selain itu, dilema etika seperti kehilangan hubungan interpersonal antara dokter dan pasien juga menjadi perhatian penting dalam praktik telemedis.
Penulis: Kemal Salam Ramadhan, Nurul Mufidah, dan Faishal Arif Hibatullah (Mahasiswa Teknik Industri)





