51动漫

51动漫 Official Website

Lokakarya Geliat Airlangga Ulas Akreditasi Rumah Sakit dalam Penurunan AKI dan AKB

Sesi foto bersama para pimpinan workshop, Geliat Airlangga, dan peserta (Foto: Istimewa)
Sesi foto bersama para pimpinan workshop, Geliat Airlangga, dan peserta (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – terus berupaya memaksimalkan penguatan sistem Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respons (AMPSR). Untuk itu, Dinkes Jawa Timur menggandeng berbagai pihak. Di antaranya adalah 51动漫 (UNAIR) melalui Gerakan Peduli Ibu dan Anak Sehat () Airlangga dan . Kolaborasi ketiganya menghasilkan sebuah lokakarya yang berlangsung luring di Hotel Santika Premiere Gubeng, Senin (13/5/2024) sampai Rabu (15/5/2024). 

Hadir dalam lokakarya itu, dr Muhammad Ilhamy Setyahadi, Sp OG (K). Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa kematian maternal tidak hanya berakibat fatal bagi ibu. Tetapi juga menyebabkan kesengsaraan bagi anak yang dikandung dan suami yang ditinggalkan.

淎nak yang kehilangan ibu berisiko mengalami kekurangan kasih sayang dan perkembangan yang terhambat. Oleh karena itu, perjuangan untuk menurunkan angka kematian ibu harus digalakkan demi masa depan generasi penerus bangsa, terang dr Muhammad Ilhamy.

Perwakilan Dinkes Jawa Timur, dr Waritsah Sukarjiyah mengapresiasi upaya daerah Jawa Timur dalam menurunkan AKI (Angka Kematian Ibu) dan AKB (Angka Kematian Bayi). Ia mengungkapkan, kegiatan AMPSR merupakan salah satu upaya kendali mutu dan biaya, khususnya terkait permasalahan klaim BPJS. 淯ntuk menunjang pengendalian, kegiatan AMPSR harus berjalan secara rutin di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur, ujar dr Waritsah. 

Pemateri pertama, Dr dr Prita Muliarini SpOG(K), MH, MM FisQua menjelaskan terkait peran akreditasi rumah sakit di Jawa Timur dalam upaya penurunan AKI dan AKB. Ia memaparkan, akreditasi dapat membantu sistem kesehatan dalam menata antenatal care melalui penilaian mandiri, tinjauan eksternal, dan pemantauan kinerja.

淎kreditasi dapat mendorong kualitas pelayanan kesehatan secara menyeluruh. Sehingga berdampak pada peningkatan standar dan ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas, ungkapnya.

Dr dr Prita menambahkan, akreditasi dapat mendorong rumah sakit untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Hal tersebut dapat meningkatkan willingness to seek care, terutama untuk ibu hamil dan bayi. 淎kan tetapi, akreditasi dapat menurunkan AKI dan AKB apabila terdapat perubahan manajemen dan budaya, regulasi, serta quality improvement, jelas Dr dr Prita. 

Dalam pemaparan terakhir, Dr dr Prita mengungkapkan Akreditasi Rumah Sakit dapat menjadi alat yang efektif untuk membantu menurunkan AKI dan AKB di Jawa Timur. Akan tetapi, akreditasi harus terlaksana sesuai prosedur dan dengan iringan upaya lain. Seperti peningkatan kualitas SDM, sarana prasarana, dan regulasi di rumah sakit.

淪emua pihak yang terkait, termasuk pemerintah, rumah sakit, tenaga kesehatan, dan masyarakat, harus bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama ini. Melalui komitmen dan kerja sama yang kuat, harapannya angka kematian ibu dan bayi di Jawa Timur dapat terus menurun dan masa depan generasi penerus bangsa dapat terjamin, ucap Dr dr Prita. 

Penulis: Hana Mufidatuz Zuhrah

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT