51动漫

51动漫 Official Website

Lokakarya FIB Ajak Masyarakat Lokal Susun Risalah Kampung Peneleh

Penyusunan Bahan Risalah oleh masyarakat lokal Kampung Peneleh (Foto: Rosita)
Penyusunan Bahan Risalah oleh masyarakat lokal Kampung Peneleh (Foto: Rosita)

UNAIR NEWS – Menyadari pentingnya potensi cagar budaya yang ada di Surabaya, 51动漫 (UNAIR) melalui kembali menggelar lokakarya. Kali ini, lokakarya itu terselenggara pada Sabtu (4/5/2024) dan kembali mengusung Kampung Peneleh sebagai lokasi sekaligus objek lokakarya.

Viqi Ardianah SS MA Linguistik mewakili tim lokakarya mengatakan bahwa FIB UNAIR telah menjalin kerja sama dengan Kampung Peneleh. Salah satu bentuk kerja sama itu adalah pengabdian masyarakat dan lokakarya internasional. “Latar belakang lokakarya ini merupakan bagian dari kolaborasi pengabdian masyarakat internasional yang sudah dirancang sejak bulan November,” ujar Viqi.

Lokakarya ini mengundang beberapa tamu dari mancanegara. Mereka bertukar pikiran dan bersama-sama mengkaji transformasi budaya yang terjadi di Indonesia maupun di negara asal. “Jadi, memang di sini ada tamu juga dari Malaysia dan mereka sharing tentang bagaimana transformasi budaya di sana. Begitu pun sebaliknya, kami juga sharing mengenai budaya di sini,” imbuhnya.

Selain sharing transformasi kebudayaan lokal menuju modern, tim pengabdian masyarakat FIB UNAIR juga turut menyusun sebuah Risalah Kampung Peneleh. Pada kesempatan itu, tim pengabdian melibatkan masyarakat lokal dalam mengumpulkan foto dan menyusun cerita kebudayaan dari sudut pandang masing-masing. “Jadi memang kami biarkan masyarakat menceritakan sesuai narasi mereka sendiri. Kami hanya membantu teknis,” ucap dosen FIB UNAIR itu.

Lokakarya Cagar Budaya Kampung Peneleh (Foto: Rosita)

Pembuatan risalah itu, kata Viqi, bertujuan agar naskah risalah yang terbit menjadi bagian murni dari kebudayaan Kampung Peneleh itu sendiri. Sehingga, dalam hal itu, tim membebaskan penulisan, gaya bahasa, dan perspektif masyarakat dalam menarasikan cagar budaya di Kampung Peneleh.

Lokakarya hingga penyusunan risalah ini menjadi bagian kerja sama internasional yang tengah gencar dilaksanakan oleh FIB UNAIR. Hingga saat ini, sambung Viqi, FIB UNAIR memang telah banyak menjalin kerja sama dengan Malaysia. Pihaknya juga menyinggung keterlibatan WUCD UNAIR dalam menyukseskan kolaborasi internasional ini.

Pada akhir, ia mengatakan bahwa FIB UNAIR sangat terbuka untuk menjalin kolaborasi internasional lainnya dengan berbagai mitra. 淚ni kan sudah ada WUCD, jadi sebisa mungkin kami akan melanjutkan kolaborasi berkelanjutan. Jika memang ada mitra dengan artikulasi kerja samanya jelas, kami sangat terbuka untuk berkolaborasi, pungkasnya.

Penulis: Rosita

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT