UNAIR NEWS – Tim mahasiswa 51动漫 (UNAIR) sukses mewakili Wilayah Jawa dalam 6 Besar Tingkat Nasional Youth Sharia Sociopreneurship Competition 2023. Mereka adalah tim LoMeal yang terdiri dari Alicia Pandora Ramadhan sebagai ketua tim beserta dua anggotanya, Mujahid Abdullah dan Muhammad Zidan Albihar.
LoMeal: Sereal dari Singkong
Dalam kompetisi sociopreneurship yang berlangsung Jumat (11/8/2023) itu mereka menggagas produk bernama LoMeal. Produk sereal berbahan dasar singkong dengan tambahan buah-buahan kering lokal. Alasan utama mereka menggagas produk tersebut adalah adanya isu krisis pangan Indonesia akibat geopolitik yang semakin tidak menentu di masa depan.
淪ementara penanggulangan yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan melakukan ekspor gandum ber ton-ton yang justru malah merugikan negara dalam jangka panjang, tambah ketua tim itu.
Alicia atau Cia mengatakan bahwa produknya dan tim memiliki nilai keunikan jika dibandingkan pada produk lain. Keunikan tersebut adalah sereal berbahan dasar utama singkong dan bahan komposisi lain dari Banyuwangi. Hal tersebut dapat membantu dalam memakmurkan para petani singkong dan buah-buahan di daerah tersebut.
淒an tentunya produk kami juga menerapkan prinsip-prinsip syariah sebagai acuan utama untuk menjalankan projek, tambahnya.
Kekompakan dan Hambatan Tim LoMeal
Cia sebagai ketua menjelaskan bahwa kesuksesan implementasi sereal berbahan dasar singkong itu berkat kontribusi tim yang berasal dari program studi yang berbeda-beda. CEO LoMeal Alicia Pandora Ramadhan merupakan seorang mahasiswi .
Adapun CMO dan CFO LoMeal adalah Mujahid Abdullah, mahasiswa . Lalu, COO dan CTO LoMeal adalah Muhammad Zidan Albihar, mahasiswa .
淢asing-masing dari tim kami memiliki pengalaman dan kemampuan yang sesuai dengan posisi yang dijabat untuk dapat menjalankan dan juga mengembangkan produk LoMeal, ucapnya.

Tim LoMeal sempat mendapatkan hambatan yang cukup serius selama proses pembuatan sereal. Mereka melakukan banyak percobaan untuk menciptakan produk yang mampu mencukupi kebutuhan harian nutrisi dan serat tubuh serta sesuai dengan minat customer.
淧engenalan perdana produk kami ke pasar juga cukup menantang. Sebab masyarakat masih belum tahu tentang apa itu produk kami dan manfaat apa yang bisa didapatkan dari membelinya, kata Cia.
Hambatan lain yang mereka dapati adalah melakukan edukasi pada masyarakat Banyuwangi sebagai stakeholder LoMeal dalam proses pembuatan produk. Masyarakat lokal masih asing terhadap teknik-teknik pengolahan produk LoMeal. Seperti pengolahan buah-buahan kering, singkong menjadi tepung mocaf yang kemudian menjadi sereal.
淒an juga pengolahan singkong menjadi pemanis alami dengan kandungan rendah kalori. Yang mana hal-hal tersebut terbilang cukup asing bagi para petani lokal, jelas ketua tim LoMeal.
Harapan
Tim LoMeal berharap agar produknya mampu menjawab permasalahan krisis pangan Indonesia akibat isu global yang menyinggung sektor ketahanan pangan di masa kini maupun masa depan. Selain itu, mereka juga berharap produk ini dapat terealisasikan dengan sempurna.
淪alah satu tahapannya yaitu produk dapat menjangkau pasar seluas-luasnya dan dikenal oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Dengan tujuan agar gagasan yang kami rancang tidak hanya menjadi angan semata, tutupnya. (*)
Penulis: Muhammad Fachrizal Hamdani
Editor: Binti Q. Masruroh





