n

51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

LPI UNAIR Dorong Dosen Peneliti Jadi Reviewer Bersertifikasi

Dosen Peniliti
Prof. Ocky Karna Radjasa selaku Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat Kemenristekdikti saat memberikan materi. (Foto: Nuri Hermawan)

UNAIR NEWS – Dalam rangka mendukung implementasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 106/PMK.2/2016 dan Pemenristekdikti Nomor 69 Tahun 2006, Lembaga Penelitian dan Inovasi 51¶¯Âþ, Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan dan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dengan Reviewer Penelitian Nasional (RPN), bersama Quantum HRM Internasional, serta Badan Standarisasi Nasional menggelar Pelatihan Reviewer Penelitian Bersertifikat bagi dosen UNAIR pada 24-27 Oktober 2017.

Pada acara yang dilangsungkan di Hotel Swiss-Belinn Surabaya itu, 50 dosen peneliti yang telah menjadi reviewer ditunjuk secara langsung oleh pihak LPI UNAIR. Ditemui di luar acara, Prof. Hery Purnobasuki, M.Si., Ph.D. selaku ketua LPI UNAIR menyatakan bahwa kegiatan kerja sama dengan pemerintah pusat tersebut ditujukan untuk menghasilkan reviewer penelitian yang jujur dan profesional dalam menilai kelayakan proposal penelitian serta keluaran penelitian.

“Semua ini kan harus terstandarisasi. Kami memilih dosen peniliti tentu dengan berbagai pertimbangan yang sudah matang,” jelasnya.

Pelatihan yang berlangsung bersama dengan tes penentuan kelayakan sebagai reviewer itu, diharapkan bisa menghasilkan dosen peneliti yang siap berkomitmen dan bertanggung jawab sebagai reviewer. Bagi Hery, dengan tersertifikasinya para dosen peneliti, ke depan hasil proposal penelitian yang dihasilkan bisa lebih maksimal.

“Dengan menjadi reviewer bersertifikat, tuntutannya memang lebih besar. Kalau sudah seperti itu kan proposal penelitian benar-benar menghasilkan hasil yang riil dan tidak merugikan negara,” imbuhnya.

Guru besar FST UNAIR itu menambahkan, dengan memiliki sertifikat, dosen peneliti yang nanti menjadi reviewer bisa mendorong para peniliti UNAIR untuk menghasilkan riset yang bagus. Selain itu, dosen peneliti sebagai revieweryang terpakai secara nasional juga bakal banyak.

“Banyak keuntungan yang bakal kita semua dapatkan. Di tingkat fakultas misalnya, bisa lebih mengarahkan dan mendorong para rekan dosen lainnya untuk giat meneliti,” paparnya.

Perihal ketersediaan dana riset pendidikan dari negara, Prof. Ocky Karna Radjasa selaku direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat Kemenristekdikti yang hadir sebagai pemateri menyatakan bahwa dalam beberapa tahun ini memang anggaran pemerintah sedang berfokus pada pengembangan infrastruktur. Namun, pihaknya terus berupaya untuk mengoptimalkan ketersediaan dana untuk terus menggenjot iklim riset di Indonesia.

“Meski demikian, dana untuk kampus mandiri memang kami kurangi. Sebab, kampus in bisa mengelola keuangan dan memiliki dana yang cukup besar. Tapi, untuk kampus yang satuan kerja, kita berikan penuh,” jelasnya.

Penulis: Nuri Hermawan

Editor: Feri Fenoria

AKSES CEPAT