51动漫

51动漫 Official Website

LPPM Lingua FK UNAIR Gelar AMJF Ulas Peran Testimoni dalam Dunia Kedokteran

Moderator Fadiah Maharani (kanan) menyapa Prof Zubairi Djoerban dr SpPD KHom (kiri) (Foto: SS Youtube)

UNAIR NEWS Dewasa ini perkembangan digitalisasi kesehatan telah membantu upaya peningkatan pelayanan kesehatan dan informasi seputar kesehatan. Tak heran, informasi kesehatan seringkali diterima oleh pihak-pihak yang mengaku pernah mengalami keadaan tersebut, namun masih ada sebagian orang yang mencerna informasi dengan pertimbangan bukti yang kuat.

Menanggapi itu, Lembaga Pers dan Penerbitan Mahasiswa Fakultas Kedokteran (LPPM Lingua) 51动漫 (UNAIR) menggelar Airlangga Medical Journalism Festival bertema Evidence-Based Medicine vs Testimony-Based Medicine via daring pada Minggu (4/12/2022). Salah satu pemateri acara yaitu Prof Zubairi Djoerban dr SpPD KHom selaku dewan pertimbangan pengurus besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Prof Zubairi menjelaskan bahwa evidence-based medicine (EDM) adalah integrasi antara bukti-bukti tersahih dari hasil penelitian terkini dengan ekspertis klinis dan nilai-nilai pasien. Adanya EBM berguna untuk menghindari hoax dan mengobati penyakit yang diderita pasien secara akurat.

淛adi sangat perlu bukti ilmiah. Kalau melihat informasi di Instagram, kita harus berpikir kritis dengan melihat apakah sudah terverifikasi akunnya atau bisa mencari data penelitian dari jurnal yang terakreditasi, tuturnya.

Pemaparan materi oleh narasumber. (Foto: SS Youtube)

Di sisi lain, menekankan pemikiran logis tidak cukup kaitannya dengan pasien dalam hal mendiagnosis maupun mengobati. Sebab tak bisa dipungkiri pasien mengharapkan pengobatan yang cepat sehingga ada beberapa orang percaya terhadap testimoni yang belum teruji kebenarannya.

Dokter subspesialis Hematologi-Onkologi itu memberikan contoh hubungan beta carotene dan  vitamin A dengan kanker paru yang ternyata tidak cocok bagi perokok, bahkan menyebabkan peningkatan insiden kanker baru dan kematian akibat penyakit kardiovaskular. Dengan kata lain, kebenaran testimoni harus dibuktikan dengan data karena bisa saja benar atau justru sebaliknya.

Berdasarkan National Cancer Institute, terdapat derajat pembuktian yakni randomized controlled trial, non-randomized controlled clinical trial, dan case series sesuai desain penelitian masing-masing. Lebih lanjut, setiap penyakit memiliki tiga aspek yang terdiri dari aspek medis, psikologis, dan sosial sehingga dokter harus melakukan analisis secara menyeluruh.

淢aka dari itu, kompetensi EDM mencakup kompetensi terintegrasi dan kompetensi klinik. Seiring tantangan kedokteran sekarang harus memberikan pelayanan kesehatan dengan kualitas yang terbaik, komprehensif, dan berkesinambungan kepada setiap pasien, pungkasnya. (*)

Penulis: Sela Septi Dwi Arista

Editor: Binti Q. Masruroh

AKSES CEPAT