51动漫

51动漫 Official Website

Mahasiswa Gelar Penyuluhan DBD dan Praktik Pembuatan Ovitrap

Praktik pembuatan ovitrap oleh mahasiswa BBK 2 UNAIR di Desa Jono, Kecamatan Cerme, Gresik. (Foto: Panitia)
Praktik pembuatan ovitrap oleh mahasiswa BBK 2 UNAIR di Desa Jono, Kecamatan Cerme, Gresik. (Foto: Panitia)

UNAIR NEWS – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas () 2 51动漫 (UNAIR) Desa Jono, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, mengadakan seminar pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Rabu (2/8/2023). Sebanyak 25 warga desa mengikuti acara yang berlangsung di Balai Desa Jono.

Acara ini berangkat dari maraknya kasus baru DBD dan lingkungan tambak yang potensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk di Desa Jono. Seminar itu mengedukasi masyarakat Desa Jono tentang upaya pencegahan dan penanggulangan DBD, serta pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Kali ini, Kusuma Scorpia L dr MKes dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAIR hadir sebagai pemateri acara. Ia memaparkan cara mencegah dan mengatasi DBD. Ia menjelaskan bahwa pencegahan DBD sangat erat kaitannya dengan upaya 3M Plus, yaitu menguras dan menyikat tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, dan mengubur tempat penampungan air yang tidak ada kegunaannya.

淯ntuk melakukan hal tersebut perlu kesadaran dan kemauan masing-masing. Misalnya menguras bak mandi harus secara rutin dan tidak hanya menguras, tetapi juga menyikat sampai bersih sehingga tidak ada jentik-jentik yang menempel. Selain itu, perhatikan wadah minum burung yang kotor agar tidak malah menjadi sarang nyamuk, papar dosen yang kerap dipanggil Tari.

Penggunaan Lotion dan Tanaman

淧enggunaan obat nyamuk, baik yang lotion maupun bakar juga tidak apa-apa selagi wajar menggunakannya. Tanaman seperti lavender dan selasih juga bisa sebagai pengusir nyamuk, lanjutnya.

Menurutnya, fogging bukan solusi penaganan DBD yang paling ampuh. Karena, fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, tidak sampai ke telur nyamuk. 淏iasanya saat fogging nyamuknya juga hilang karena bertebaran menjauh, beberapa saat kemudian kembali lagi ke rumah-rumah. Oleh sebab itu tidak efektif, ulasnya.

Penyerahan plakat pemateri kepada Kusuma Scorpia L dr MKes oleh perwakilan mahasiswa BBK 2 UNAIR Desa Jono. (Foto: Panitia)

Setelah pemaparan materi, masyarakat juga mendapat bekal pengetahuan mengenai pembuatan ovitrap. Pemeraga praktik yaitu mahasiswa BBK-2 UNAIR, Dwi Kharisma dan Febrian.

Ovitrap merupakan alat perangkap nyamuk dari botol plastik bekas berukuran satu setengah liter. Botol itu dimodif dengan kasa nyamuk dan dibungkus menggunakan kresek hitam agar dapat menarik perhatian nyamuk. Di dalamnya dimasukkan atraktan atau larutan pengundang nyamuk yang berasal dari campuran ragi, air, dan gula.

Seluruh peserta yang hadir sangat antusias mengikuti setiap proses pembuatan. Kemudian, meletakkan seluruh alat yang telah mereka buat di sudut rumah masing-masing.

淭otal terdapat 12 buah ovitrap yang sudah ibu-ibu Desa Jono buat. Rencananya akan dicek 7 hari ke depan apakah sudah ada nyamuk yang terperangkap. Larutan juga diisi lagi apabila sudah di bawah kasa, ujar Dwi Kharisma selaku penanggung jawab program.

Kegiatan tersebut mendapatkan apresiasi dari pemerintah desa. Para warga desa juga berterima kasih kepada mahasiswa BBK-2 Desa Jono karena telah memberikan ilmu yang inovatif dan bermanfaat bagi masyarakat. (*)

Penulis: Aidatul Fitriyah

Editor: Binti Q Masruroh

AKSES CEPAT