UNAIR NEWS – Kelompok BBK-4 51动漫 (UNAIR) Desa Pranti Kabupaten Gresik memberikan inovasi melalui bidang pengembangan ekonomi. Melalui komoditas utama ikan patin, kelompok BBK-4 UNAIR Desa Pranti yang bernama Si Patin (Sambal Ikan Patin). Kelompok itu beranggotakan Nabila Inas Salsabila (), Putu Tanisya Putri (), Brian Nathaniel Santoso (FK), Maximillian Kenas Tarmidi (), Achmad Dhany Kanzul Fikri (), Anita Kharisma (FEB) ,Tarissa Salma Ayu (), Eka Ratna Sari (), Nikita Atshila Anabila (), Nailan Najah ().
Komoditas Utama
Nabila Inas atau yang akrab dipanggil Inas menjelaskan bahwa komoditas utama dari Desa Pranti yakni ikan patin, tetapi kebanyakan ikan patin ketika masa panen langsung dijual begitu saja. Ikan patin memiliki kandungan gizi yang beragam, sehingga banyak sekali manfaat apabila dikonsumsi oleh manusia.
淎walnya bapak Kepala Desa Pranti menyampaikan kepada kami bahwa sebagian besar masyarakat mempunyai budidaya ikan patin, berawal dari hal ini kami memikirkan cara untuk meningkatkan kualitas UMKM dan tetap menonjolkan ciri khas dari Desa Pranti, maka terciptalah olahan Si Patin, jelasnya.
Inas mengatakan bahwa gagasan ini mereka buat dan rencanakan selama satu minggu. Target utama dari program ini yaitu dengan memberdayakan ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang berfokus pada kualitas peningkatan kualitas ekonomi. 淧rogram ini tidak hanya mengenai pengolahan ikan patin, tetapi membahas tentang pengemasan dan teknik marketing, sehingga produk Si Patin dapat diterima masyarakat, tuturnya.

Pemberdayaan Ekonomi
Inas mengungkapkan bahwa perlu perluasan pemberdayaan ekonomi lokal, sehingga kualitas ekonomi masyarakat Desa Pranti semakin meningkat. Rasa dan kualitas yang khas dari ikan patin dengan kemasan yang menarik, menjadi pembeda sekaligus menciptakan produk yang bernilai jual tinggi.
淒engan berbagai latar belakang minat studi, kami berusaha untuk menerapkan nilai excellent with morality yang dikemas melalui pengabdian kepada masyarakat. Semangat dari ibu-ibu PKK Desa Pranti, menjadi salah satu alasan kami untuk percaya bahwa produk Si Patin siap bersaing di pasaran, ucapnya.
Mereka berharap bahwa olahan sambal ikan patin dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Melalui sambal ikan patin, masyarakat yang awalnya kurang suka ikan patin akan menjadi lebih suka, karena diolah dengan rasa dan bumbu yang khas.
淢elalui program ini, kedepannya juga akan berdampak terhadap terbukanya lapangan kerja barus, sehingga Desa Pranti akan dikenal dengan ciri khasnya yakni ikan patin, pungkasnya.
Penulis : M. Akmal Syawal
Editor : Khefti Al Mawalia





