UNAIR NEWS – Mahasiswa 51动漫 (UNAIR) kembali berhasil menciptakan inovasi baru. Kali ini, inovasi datang dari mahasiswa peserta program Belajar Bersama Komunitas (BBK) 6 51动漫 (UNAIR) 2025. Mereka berhasil menciptakan inovasi sabun cuci piring berbahan dasar kulit pisang.
Edukasi dan Demonstrasi Inovasi
Mahasiswa BBK 6 menyelenggarakan kegiatan peluncuran dan pelatihan pembuatan sabun itu pada Kamis (24/7/2025) di Balai Desa Wadeng, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. Greesta, mewakili kelompoknya, mengungkapkan latar belakang terciptanya inovasi tersebut di Desa Wadeng. 淏anyak warga yang berjualan pisang goreng dan membuang kulitnya begitu saja, jelasnya.
Kegiatan itu memiliki rangkaian aktivitas yang terdiri atas proses pembuatan sari kulit pisang, pencampuran bahan, dan demonstrasi penggunaan sabun dalam mencuci peralatan dapur. Untuk mengedukasi warga, Greesta beserta kelompoknya memaparkan bahwa kulit pisang mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Kandungan itu memiliki potensi besar sebagai antibakteri dan pembersih alami, sehingga kulit pisang dapat menjadi pilihan yang ramah lingkungan untuk sabun cuci piring

Apresiasi Masyarakat dan Harapan
Ketua PKK Desa Wadeng, Amala Sholihah, menyampaikan apresiasi terhadap inovasi itu. “Sangat bermanfaat sekali inovasinya, sehingga ibu-ibu bisa tahu bagaimana cara membuat
sabun cuci piring yang sebelumnya hanya dibeli di minimarket, kini bisa membuat sendiri,” tuturnya.
Sementara itu, salah satu peserta sekaligus anggota PKK Desa Wadeng, Wahyuni turut mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Sangat bermanfaat sekali, sabun cuci piring ini terbuat dari bahan alami dan membantu mengurangi limbah kulit pisang. Hasilnya sangat bagus,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wahyuni berharap ibu-ibu warga Desa Wadeng dapat mempraktikkan ilmunya di rumah. Harapan kami setelah edukasi ini, ibu-ibu bisa mempraktikkan ilmunya di rumah dan mengurangi sampah organik rumah tangga,” ujarnya.
Penulis: Ahza Riga Falimbani
Editor: Khefti Al Mawalia





